Sentimen Anti-AS Makin Kuat di Timur Tengah

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, TEHERAN — Tewasnya Mayor Jenderal Qassem Soleimani, komandan senior militer Iran, membuat Timur Tengah bergolak. Pihak Iran menegaskan bakal melakukan balas dendam terhadap Amerika Serikat. Maklum saja, tewasnya Soleimani akibat serangan pesawat tanpa awak Amerika Serikat dan atas arahan Presiden Donald Trump.

Imbasnya, sentimen anti-Amerika Serikat makin merebak. Hal tersebut dikatakan oleh Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif, seperti dilansir Reuters.

“Pembunuhan terhadap Jenderal Soleimani juga menciptakan dendam di seluruh dunia,” ujar Mohammad Javad Zarif lewat akun resmi Twitter pribadinya pada Senin (6/1) seperti dilansir dari Reuters.

Javad Zarif menambahkan bahwa tindakan AS memicu kemarahan dunia dan dendam makin membara dalam skala besar. “Dendam terhadap AS telah dimulai di Asia Barat,” imbuh Javad Zarif.

Seperti diketahui, Soleimani yang merupakan perancang operasi klandestin dan militer Teheran di luar negeri sebagai kepala Pasukan Elit Quds Pengawal Revolusi, tewas pada Jumat (3/1) dalam serangan pesawat tak berawak milik AS di bandara Baghdad, Irak.

Warga Iran turun ke jalan dalam beberapa hari terakhir untuk menunjukkan kesedihan atas kematian Soleimani. Selain itu muncul kekhawatiran kematiannya akan mendorong Iran berperang melawan AS. Soleimani dianggap sebagai tokoh terkuat kedua di Iran setelah Ayatollah Ali Khamenei, pemimpin tertinggi Iran. (jpc/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...