Timur Tengah Memanas, Tiongkok dan Turki Peringatkan AS

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, BEIJING — Pemerintah Tiongkok memperingatkan Amerika Serikat untuk menghentikan ketegangan, yang semakin memburuk di Timur Tengah.
Sikap sama disampaikan Menteri Luar Negeri Turki yang juga menginginkan pengurangan ketegangan antara AS dan Iran.

Peringatan itu dikeluarkan melalui Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Geng Shuang. Tiongkok lebih lanjut memperingatkan Amerika terhadap penyalahgunaan kekuatannya, dan mendesak semua pihak untuk menahan diri untuk memastikan perdamaian dan stabilitas.

“Politik kekuasaan tidak populer dan tidak berkelanjutan. Perilaku militer AS yang berisiko dalam beberapa hari terakhir bertentangan dengan norma-norma dasar hubungan internasional,” kata Juru Bicara Tiongkok, Shuang dilansir iranpress, Selasa, 7 Januari.

“Kami menyerukan AS untuk tidak menyalahgunakan pasukannya, dan menyerukan kepada pihak-pihak terkait untuk menahan diri untuk menghindari situasi yang memburuk,” katanya, seraya menambahkan bahwa Beijing “sangat prihatin” tentang kebuntuan antara Iran dan Amerika Serikat.

Menteri Luar Negeri Turki mengatakan, pembunuhan letnan Jenderal Qasem Soleimani menimbulkan “risiko serius bagi perdamaian di kawasan itu.”

“Kami akan bekerja dengan negara-negara lain untuk mengurangi ketegangan antara AS dan Iran,” Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu kepada wartawan di Direktorat Urusan Uni Eropa di ibukota Ankara.

Letnan Jenderal Qasem Soleimani dibunuh bersama dengan beberapa anggota senior Pasukan Mobilisasi Populer (PMF) pada hari Jumat Pagi 3 Januari di bandara Internasional Baghdad. (fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...