Fitnah Jumras di Sidang Angket DPRD Sulsel Berujung Tersangka

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Tudingan mantan Kepala Biro Pembangunan Sulsel, Jumras ke Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah, berbuah petaka. Polisi menetapkannya sebagai tersangka kasus pencemaran nama baik.

Dugaan tindak pidana ini muncul saat sidang Pansus Hak Angket DPRD Sulsel, beberapa waktu lalu. Kesaksian Jumras di hadapan Panitia Angket menuding Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah menerima mahar Rp10 miliar dari oknum pengusaha pada Pilgub 2018.

Tudingan itu membuat Tim Hukum Nurdin Abdullah melaporkan Jumras ke Polrestabes Makassar atas dugaan tindak pidana pencemaran nama baik. Sebab, Jumras kukuh untuk tidak mencabut pernyataannya tersebut.

Kasat Reserse Kriminal Polrestabes Makassar, AKBP Indratmoko, mengatakan, berdasarkan hasil gelar perkara yang dilakukan, Jumras diduga kuat melakukan pencemaran nama baik.

“Kita sudah tetapkan tersangka, kemarin. Tapi tidak dilakukan penahanan, karena hukumannya di bawah lima tahun,” kata Indratmoko saat ditemui di ruang kerjanya di Mapolrestabes Makassar, Selasa 7 Januari 2020.

Terkait adanya permohonan maaf dari Jumras, Indratmoko mengatakan, belum menerima surat resmi dari pelapor. Makanya, kasus terus berlanjut.

Apalagi, saat gelar perkara, barang buktinya cukup kuat untuk ditetapkan sebagai tersangka.

Atas laporan tersebut, Jumras disangkakan pasal 242, 310, dan 311 KUHP, dengan ancaman hukuman di bawah lima tahun penjara. “Tersangka akan diperiksa lagi dalam waktu dekat. Minggu inilah,” bebernya.

Jumras yang hendak dikonfirmasi melalui telepon, tidak merospon panggilan. Ia tidak ingin menerima panggilan untuk memberikan keterangan. Begitu juga dengan pesan yang dikirim melalui WhatsApp. Tidak ditanggapi.

Sebelumnya, Jumras menyampaikan permohonan maaf kepada Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah di Mapolrestabes Makassar, Kamis, 22 November 2019 lalu.

Jumras mengatakan, seluruh yang diterangkannya sungguh merugikan Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah. Nama baiknya tercemar atas perilakunya.

Makanya, ia memohon maaf dengan ikhlas dan tulus, kepada orang yang dianggapnya sebagai orang tua.

Setelah menuding menerima mahar sebesar Rp10 miliar, Jumras berharap Nurdin Abdullah bisa membuka pintu maaf dengan ikhlas untuk untuk dirinya.

“Dan menerima permintaan permohonan maaf saya. Semoga beliau tetap dalam lindungan Allah swt, Aamiin ya Rabbal Alamin,” kata Jumras, saat itu. (ans/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...