Kemungkinan Perang Dunia III atas Konflik Iran–AS, Ini Kesimpulan Laboratorium HI Unhas

Laboratorium HI Unhas

Pusparida juga menjelaskan berbagai kejadian sepanjang tahun 2018 dan 2019 yang mendahului peristiwa serangan oleh pesawat tanpa awak terhadap Soleimani. Menurut Pusparida, mencermati kejadian-kejadian ini kita jadinya memahami bahwa Amerika memang tidak pernah sepaham dengan Iran.

“Namun, yang menjadi pertanyaan adalah mengapa yang menjadi target adalah panglima paling berpengaruh, bukan saja di Iran bahkan juga di beberapa negara teluk? Selain itu, mengapa pemilihan waktunya sekarang?” kata Puspa.

Dosen HI Unhas, Agussalim Burhanuddin, membeberkan beberapa asumsi terkait serangan terhadap Soleimani. Menurutnya, Amerika mengambil langkah sangat berani, bahkan dapat dikatakan di luar batas, yang mengorbankan Soleimani. Bahkan, ada kemungkinan Soleimani merupakan collateral damage, atau korban yang tidak terduga.

“Trump tampaknya memang memerintahkan serangan ini, sebagaimana ia akui, dengan alasan pre-emptive atau pencegahan. Namun patut diingat, membunuh karena alasan pre-emptive tindakan illegal. Dalam situasi demikian, posisi Amerika sangat lemah dalam hukum internasional, sehingga Washington akan memilih respons politik,” kata Agus.

Pandangan-pandangan juga dikemukakan oleh beberapa dosen HI, antara lain Ishaq Rahman, Nur Jannah Abdullah, Seniwati, dan Aswin Baharuddin.

Konflik ini mengubah secara drastis the level of the game dalam hubungan antara Amerika Serikat dan Iran termasuk dengan sekutu-sekutunya masing-masing. Iran memang melakukan pembalasan ofensif yang akan mempersempit ruang dialog. Apalagi parlemen Iran telah secara resmi memutuskan bahwa pembunuhan Qassim Soleimani merupakan tindakan terorisme.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Muhammad Nursam


Comment

Loading...