Penghuni Lapas Sulbar Nyaris Setengahnya Kasus Narkoba

0 Komentar

FOTO: ISTIMEWA

FAJAR.CO.ID, MAMUJU — Dari 7 lapas dan rutan di Sulbar dengan jumlah penghuni mencapai 866 orang, sebanyak 387 napi dan tahanan di antaranya atau hampir setengahnya, karena kasus narkoba.

Demikian disampaikan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sulbar, Harun Sulianto, saat menjadi nara sumber pada talkshow “Bincang Malaqbi TVRI Sulbar” Rabu (08/01/2020).

Dia menyampaikan telah bekerja sama dengan pihak terkait seperti BNN dan Dinas Kesehatan untuk melakukan rehabilitasi sosial. “Di tahun 2019 sebanyak 60 warga binaan telah direhab, dan pada tahun 2020 ditargetkan minimal 100 orang,” kata Harun. Menurutnya, pada 13 Januari mendatang, Ditjen Pas akan melaunching secara nasional rehabilitasi 210.450 napi.

Menurutnya, napi yang ketergantungan narkoba harus direhabilitasi, baik medis maupun sosial.” Karena jika tidak, semakin hari akan semakin tinggi dosis yang ia gunakan, ini kan berbahaya untuk kesehatan, otak, sistem syaraf, jantung dan yang paling berbahaya yaitu HIV AIDS. Thailand dan Portugal adalah dua negara yang patut dicontoh keberhasilan rehabnya,” kata Harun.

Rehabilitasi di lapas/rutan dilakukan dengan metode therapeutic community. Yakni pendekatan perubahan perilaku dengan memberikan motivasi untuk hidup teratur, disiplin dan bertangungjawab. Juga dengan pendekatan emosional dengan melakukan pembinaan keagamaan dan pendekatan vocasional yaitu pelatihan untuk menghasilkan barang dan seni.

Ke depan, dengan RUU Narkotika yang baru nanti diarapkan ada pendekatan keadilan restorative, yang menjauhkan pengguna narkoba dari proses peradilan formal dan tidak dimasukkan ke lapas/rutan. Tampil juga sebagai narasumber adalah Kepala Kejaksaan Tinggi Sulbar Darmawel Ashar dan Kepala BNNP Sulbar Brigjen Pol Keneddy. (nur)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...