Warga Mengeluh Kecurian, Ombudsman Minta RSUD Mamuju Fungsikan CCTV

0 Komentar

Area parkir RSUD Mamuju.

Fajar.co.id, Mamuju — Menindaklanjuti aduan masyarakat terkait pelayanan keamanan di RSUD Mamuju, Ombudsman RI Sulbar telah melakukan klarifikasi dan memberikan saran korektif melalui LAHP, Rabu (8/1/2020).

Pengaduan ini sampai ke meja Ombudsman karena adanya keluhan warga kehilangan barang dalam bagasi motor yang terparkir di area parkir RSU Daerah Mamuju.

Kepala perwakilan Ombudsman RI Sulbar, Lukman Umar, mengatakan, kondisi keamanan rumah sakit adalah tanggung jawab penuh manajemen rumah sakit. Sehingga, setiap rumah sakit dituntut memberikan pelayanan semaksimal mungkin.

Lebih jauh, Lukman menjelaskan pada pasal 25 ayat 2 huruf a peraturan menteri kesehatan nomor 4 tahun 2018 tentang kewajiban rumah sakit dan kewajiban pasien disebutkan. Bahwa, dalam mengupayakan keamanan pasien, pengunjung dan petugas yang bekerja di rumah sakit sebagaimana dimaksud dalam pasal 2 ayat 2 huruf b dilaksanakan meliputi penyediaan petugas keamanan untuk meminimalisir risiko kehilangan barang milik pribadi serta aksesibilitas pengunjung yang tidak memiliki kepentingan dengan pasien atau pelayanan rumah sakit.

“Saya kira pasal ini sangat jelas bahwa salah satu kewajiban rumah sakit memberikan rasa aman kepada pasien, pengunjung, maupun petugas selama berada di lingkungan rumah sakit terutama yang terkait risiko kehilangan barang di area rumah sakit,” jelas Lukman.

Saran korektif dari Ombudsman RI Sulbar, RSUD Mamuju diharuskan memiliki petugas kemanan dan wajib memasang CCTV di semua area untuk memudahkan petugas melakukan kontrol semua kejadian di area rumah sakit.

“Tim Ombudsman akan melakukan monitoring 14 hari setelah pengaduan ini ditutup,” pungkas Lukman. (rls)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...