Keamanan Laut Natuna, Ini Harapan Warga pada Pemerintah Pusat

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, NATUNA– Masyarakat Natuna mengharapkan pemerintah lebih memfokuskan keamanan laut Natuna Utara. Langkah itu menyusul kehadiran nelayan dan kapal pengawas Tiongkok (Coast guard) di ZEE Natuna Utara. Peningkatan pengamanan diharapkan bisa menekan kerawanan laut Natuna.

Tokoh masyarakat Natuna Novain Pribadi menilai, pemerintah mestinya mengevaluasi strategi keamanan di Natuna. Sehingga asing tidak berani masuk di halaman rumah, dan tidak hanya penguatan keamanan di dalam.

“Pemerintah harus meningkatkan pengamanan di laut, sebagai halaman rumah. Supaya ketegangan batas wilayah atau ilegal fishing tidak terus terulang,” sebut Novain seperti dikutip Batam Pos (Jawa Pos-fajar grup).

Diketahui kapal coast guard Cina masih bertahan berada di ZEE laut Natuna Utara. Namun sejauh ini, ketegangan hanya terjadi di perbatasan laut, tidak pada kondisi masyarakat Natuna.

Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Suprapti mengatakan, pemerintah daerah mengharapkan ketegangan di laut Natuna Utara tidak berimbas kondisi ketertiban dan ketentraman masyarakat.

“Masyarakat nelayan harus tetap bisa melaut, dan memberikan informasi situasi apapun di laut Natuna. Supaya membantu mata dan telinga TNI,” ujarnya.

Ngesti mengakui, banyak beredar kabar situasi yang mencekam terjadi di Natuna. Namun kondisi tersebut harus dibantah, karena ketegangan hanya terjadi di perbatasan laut Natuna Utara KRI dan antara kapal pengawas Cina (Coast guard,red) yang mengawal nelayannya mencuri ikan di ZEE Natuna Utara.

“Pemerintah daerah sangat berharap permasalahan pelanggaran wilayah laut di ZEE Natuna Utara diselesaikan secara diplomasi atau bernegosiasi, agar tidak berdampak pada keamanan masyarakat Natuna,” harap Ngesti.

Dilaksanakannya operasi siaga tempur di laut Natuna kata Ngesti, diharapkan dapat memberikan perlindungan keamanan kepada nelayan Natuna, yang sedang melakukan aktifitas penangkapan ikan disekitar Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia.

Ngesti mengatakan, beberapa nelayan Natuna sudah menyampaikan keluhan karena sudah merasa resah akibat adanya pencurian ikan oleh nelayan asal Tiongkok yang dikawal Coast Guard.

“Tentu dikhawatir akan berimbas pada pendapatakan nelayan di daerah, kalau kapal Tiongkok masih berada ZEE Natuna Utara,” sebut Ngesti. (jpc/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...