Korban Pemerkosaan Reynhard Sinaga Bersuara, Mereka Trauma

0 Komentar

Kejahatan yang dilakukan Reynhard Sinaga telah membuat para korban merasa trauma dan depresi (Facebook)

FAJAR.CO.ID– Kehidupan para korban perkosaan yang dilakukan WNI Reynhard Sinaga merasa hancur dan dibayangi rasa trauma serta ketakutan.

Meski begitu, sebanyak 48 korban yang sudah diketahui identitasnya tergolong berani mengungkapkan kejadian yang sebenarnya di persidangan. Para korban pun berharap Reynhard dihukum setimpal.

“Saya ingin dia menderita atas apa yang telah dia lakukan,” kata salah satu korban dilansir dari Daily Mail, Kamis (9/1).

Serangkaian pernyataan mengerikan dari para korban Reynhard seolah membuat pilu. Beberapa korban mengatakan hidup mereka sudah hancur. Sementara yang lain mengatakan agar Reynhard menghabiskan sisa hidupnya di penjara.

“Saya selalu mengalami periode di mana saya stres saat bangun dan tak sanggup menghadapi hari,” ujar korban lainnya.

“Saya merasa mati rasa. Saya benar-benar terkejut, malu, dikhianati, dan sangat marah,” ungkap seorang korban lainnya.

Korban Reynhard yang lain merasa tindakan pelaku menjijikkan dan tidak bisa dimaafkan. Peristiwa tersebut membuat korban selalu mengingat penderitaannya.

“Peristiwa malam itu memiliki dampak melekat pada saya. Itu memengaruhi kepercayaan diri saya untuk bisa mempercayai orang atau mendekati orang dalam lingkungan publik yang normal,” jelasnya.

Para korban juga berani saat memberikan bukti. Meski hal itu sangat traumatis baginya. “Saya juga tahu saya akan diajukan pertanyaan oleh polisi untuk mengingat lagi malam yamg menghantui itu,” tutur korban Reynhard.

Selain itu, para korban juga masih terus mengingat saat polisi mengetuk pintu mereka dan menjelaskan apa yang sudah terjadi. Dengan menunjukkan bukti serta rekaman video, membuat para korban hancur seketika.

“Saya ingat hari ketika polisi menghubungi saya, ini adalah hari yang tidak akan pernah saya lupakan karena itu mengubah hidup saya selamanya.
Saya berharap pelaku merasakan yang lebih buruk, saya ingin dia merasakan sakit dan mengalami penderitaan yang saya rasakan. Dia telah menghancurkan hidup saya,” tegasnya.

Para korban menilai hukuman seumur hidup adalah pantas untuknya. Beberapa di antaranya depresi berat. “Saya tidak pernah berada dalam situasi buruk dalam hidup saya dan saya tidak tahu bagaimana keluar dari situ. Saya didiagnosis menderita depresi berat dan memakai anti-depresi,” katanya.

Korban heran ketika polisi datang menemui mereka. Dan, korban merasa hancur ketika diberitahu bahwa korban telah menjadi korban pelecehan seksual yang serius.

“Juga bahwa saya telah diberi obat bius dan tindakan seksual yang mengerikan difilmkan,” tukasnya. “Kuharap dia tidak pernah keluar dari penjara dan dia membusuk,” imbuhnya. (jpc)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...