Pangkalan Militer Amerika Serikat Diserang, Donald Trump: Iran Akan Mundur

0 Komentar

Presiden Amerika Serikat Donald Trump (AFP)

FAJAR.CO.ID– Presiden Amerika Serikat Donald Trump meyakini situasi antara Iran dan Amerika Serikat akan lebih tenang meskipun pangkalan militer Amerika Serikat di Irak belum lama ini diserang. Trump yakin Iran akan mundur dan peperangan tidak akan terjadi.

Keyakinan Trump itu diungkapkannya dalam pidatonya. Trump menyebut bahwa serangan Iran ke pangkalan militer AS di Irak tidak membahayakan pasukannya. Serangan tersebut diketahui juga tidak menimbulkan korban jiwa dari pihak AS maupun Iran.

Trump juga mengancam bahwa jika Iran masih terus menuntut balas dendam, maka ia tidak akan segan ‘menghukum’ Iran. Namun, untuk saat ini, Trump menuturkan bahwa ia belum mau melakukan hal itu.

“Iran akan mundur. Fakta bahwa kami memiliki militer dan peralatan yang hebat ini, tidak berarti kami harus menggunakannya. Kami tidak ingin menggunakannya,” kata Trump dalam pidatonya.

Pihak Iran sebelumnya mengatakan serangan hari Rabu (8/1) terhadap satu pangkalan AS di Erbil dan pangkalan AS di Ain al-Asad, Irak barat adalah aksi balas dendam atas pembunuhan pimpinan militer Iran, Qaseem Soleimani. Serangan itu merupakan peringatan untuk AS bahwa mereka tidak tinggal diam.

Sebelumnya, Pemimpin Tertinggi Iran Ali Hosseini Khamenei mengatakan serangan Iran itu adalah isyarat bahwa pasukan AS harus meninggalkan wilayah itu. Menteri luar negeri Teheran mengatakan Iran mengambil langkah-langkah proporsional untuk membela diri dan tidak berniat mencari eskalasi. Itu juga yang diinginkan para pemimpin regional dan dunia agar semua pihak menahan diri.

Dalam laman The Guardian, serangan balik oleh Iran terjadi ketika Trump dan penasihat utamanya berada di bawah tekanan untuk mengungkapkan lebih detail ihwal serangan yang menewaskan Soleimani. Trump mengatakan AS akan terus mencari opsi untuk menanggapi serangan. Dia juga akan meminta NATO untuk ikut serta di Timur Tengah.

Dalam pidatonya, Trump memang terdengar lebih bijaksana daripada pernyataan dan tweet-nya yang lebih kasar setelah pembunuhan Soleimani, di mana ia mengancam akan mengebom situs Iran hingga kemungkinan perang.

Trump lebih banyak menyerukan pesan damai dalam pidatonya. Dia mengumumkan sanksi ekonomi terhadap Teheran tetapi tidak menyerukan aksi militer terhadap Iran. Hal itu diungkapkannya saat pidato publik formal pertamanya atas konflik Iran sejak pekan lalu. “Amerika Serikat siap merangkul perdamaian dengan semua pihak yang menginginkan itu,” kata Trump.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...