Tiga Jam Forkopimda Bone Susur DAS Walanae, Dray: Kita Buat Gambaran

0 Komentar

Forkopimda Bone saat menyusuri DAS Walanae. Star dari Kecamatan Ajangale dan finis di Kecamatan Cenrana. Perjalanan ditempuh selama kurang lebih dua jam. (FOTO: AGUNG PRAMONO/FAJAR)

FAJAR.CO.ID, WATAMPONE — Bone Utara daerah paling rawan banjir. Meski Bone tidak diguyur hujan,  ada banjir kiriman dari Soppeng dan Wajo. 

Makanya, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menyusuri Daerah Aliran Sungai (DAS) Walanae. Mereka mulai perjalanan dari Kecamatan Ajangale menuju Dua Boccoe, lalu ke Tellu Siattinge, dan finis di Kecamatan Cenrana.

Perjalanan dimulai pukul 10.12 Wita. Di perjalanan Bupati Bone Andi Fahsar Mahdin Padjalangi banyak berbincang soal daerah yang akan dilakukan evakuasi ketika banjir datang. 

Terik matahari tak membuat para pejabat itu untuk berhenti. Di Kecamatan Dua Boccoe mereka sempat berhenti dan melanjutkan perjalanan sampai di Kecamatan Cenrana. Waktu tempuh selama tiga jam. Pukul 13.12 Wita baru sampai di Dermaga Cenrana. 

Kalaksa BPBD Bone, Dray Vebrianto mengatakan, salah satu daerah potensi banjir adalah Bone Utara tepatnya daerah yang dilalui DAS Walanae. 
“Makanya melalui kegiatan ini kita melihat kondisi sebenarnya, dengan begitu ada gambaran untuk menyusun kebijakan dalam penanganan bencana maupun pencegahan bencana,” katanya Kamis (9/1/2019).

Pada kegiatan itu hadir Wakil Bupati Bone Ambo Dalle, Kasrem 141 Toddoppuli Letkol Inf Bobbie Triyantho, Kapolres Bone AKBP I Made Ary Pradana, Ketua DPRD Bone Irwandi Burhan, Danyon C Pelopor Kompol Nur Ichsan, dan Koordinator Basarnas Bone Andi Sultan.

Turut hadir juga Kadis Sosial Andi Promal Pawi, Kadis SDA Bone Yusuf, Kadis Tarkim Bone Andi Ikwan Burhanuddin, Kadis PU Bone Askar, Kasat Pol PP Andi Akbar, serta camat wilayah Bone Utara. (gun) 

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...