3 Pelaku Pembunuhan Tumanan Maru di UIM Masih Berkeliaran, Ibu Korban Syok

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Polsek Tamalanrea akan melakukan rekonstruksi kasus pembunuhan buruh bangunan, di Universitas Islam Makassar (UIM), Jumat siang, 10 Januari.

Keluarga korban khawatir jika keluarga pelaku bereda di lokasi dan melakukan pengintaian. “Apalagi masih ada tiga orang pelaku belum ditangkap,” kata Ibu korban, Samina Maru (58).

Anaknya, Tumanan Maru (19), tewas setelah ditikam oleh Kepala pengawas di proyek pembangunan gedung di Kampus UIM, Nasir (38), Selasa, 3 Desember. “Tangan anak saya dipegang, lalu Natsir itu yang tikam,” ungkapnya lalu meneteskan air mat.

Mina sapaan ibu korban, terlihat kurang sehat. Kata keluarganya, ia jarang makan. Lebih banyak menangis. “Dia anak bungsu saya. Satu-satunya laki-laki. Itu tongji kasi makan ka,” ungkapnya sambil menangis.

Dari keterangan yang diterima Mina dari saksi, Natsir ternyata cemburu kepada Sumanan. Sebab, bosnya meminta Sumanan menggantinya mengawasi pekerjaan saat dia tidak ada.

“Kalau tidak adaka Sumanan, kamu gantika mengawas. Tapi sambil kerja ko,” kata Mina mengulangi perintah bos Sumanan.

Hal ini membuat Natsir naik pitam. Apalagi Sumanan baru saja bekerja. “Natsir berusaha untuk mengeluarkan anak saya. Dia maunya temannya semua yang bekerja,” tuturnya.

Mina berharap pihak kepolisian segera menangkap pelaku lainnya. “Mereka semua tinggal di dekat jembatan merah, Jalan Cendrawasi. Tapi belum pi ditangkap semua,” imbuhnya.

Kasus ini membuat Mina terguncang. Ia terlihat stres. Apalagi, keluarga pelaku tidak pernah datang menyampaikan permohonan maaf.

Kapolsek Tamanlarea, Kompol Muhammad Aris, mengatakan, dua orang tersangka lainnya sudah dinyatakan DPO. “Fotonya sudah kita sebar,” katanya.

Ia berjanji akan terus melakukan pengejaran terhadap para pelaku. “Sampai kapan pun akan kita kejar. Pasti akan ditangkap,” imbuhnya. (ans/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...