Film Abracadabra, Komedi Fantasi yang Menakjubkan

0 Komentar

INT

Oleh: Jeri Wongiyanto
(Pengamat Film)

MENYAKSIKAN film “Abrakadabra” adalah sebuah pengalaman menakjubkan untuk film Indonesia. Belum pernah ada film nasional yang dibuat dengan sinematografi yang menawan dan memikat seperti dalam film ini. Padahal sutradaranya seorang sinematografi bernama Fauzon Rizal, belumlah setenar Hanung Bramantyo, terakhir ia mengarahkan film “Habibie dan Ainun” (2012).

Dikisahkan Lukman (Reza Rahadian) seorang grandmaster sulap yang justru tidak percaya dengan keajaiban. Penampilannya nyentrik dengan gaya suka suka. Lukman berencana mundur dari dunia sulap dan akan mempersembahkan penampilan terakhirnya, sebagai tanda pamit kepada para penggemarnya.

Justru di pegelaran terakhirnya ini terjadi hal yang mengejutkan dan aneh. Seorang anak knecil diminta ke atas panggung untuk dijadikan objek sulap. Ia dimasukkan ke dalam kotak kayu, dan akan dibuat menghilang. Saat usai mengucapkan mantra, anak itu benar benar lenyap dan tak bisa kembali. Sepertinya kotak kayu ini tidak lagi mengikuti perintah mantra Lukman.

Lukman sampai harus berurusan dengan polisi yang menyelidiki kasus ini, bahkan masyarakat menuduhnya sebagai penculik anak dengan sengaja. Seketika hidup Lukman jadi kacau, ia berusaha menghindar, sementara kotak kayu justru makin aneh dengan kejutan kejutan tak terduga.

Lukman harus memecahkan misteri kenapa kotak kayu ini tak bisa membuat anak itu kembali, juga hal hal diluar nalar lainnya. Bagaimana kemudian Lukman melepaskan diri dari ‘bencana’ Abrakadabra ini?

Inilah ‘keajaiban’ baru film nasional. Dibuat dengan gaya teaterikal dengan sinematografi yang tidak biasa. Penonton tak akan pernah menyaksikan apa yang dilihat di film ini pada film Indonesia lainnya.

Suguhan sutradara Fauzon Rizal ini benar benar membawa penonton dalam dunia khayalan penuh fantasi. Warna warni akan menghiasi suasana klasik yang begitu artistik dan menawan.

Yang istimewa, selain Reza Rahadian, sederet bintang kawakan dan teater ikut memperkuat film ini, mulai dari Salvita Decorte, Asmara Abigail, Lukman Sardi, Poppy Sovia, Butet Kertaredjasa, Jajang C. Noer. (*)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...