Komandan IGRC Brigjen Amir Ali Hajizadeh Sebut Serangan Iran ke AS Baru Permulaan

Jumat, 10 Januari 2020 14:33

FAJAR.CO.ID, TEHERAN– Presiden Amerika Serikat Donald Trump menganggap enteng serangan rudal Iran terhadap pangkalan AS di Irak pada Rabu (8/1) malam. Maklum saja, tak ada warga AS yang terluka dalam serangan tersebut. Trump pun yakin Iran bakal mundur. Ternyata anggapan Trump itu salah. Sebab Iran masih menyiapkan serangan yang lebih besar lagi.

Dilansir dari The Guardian, Jumat (10/1), seorang komandan rudal Iran mengklaim serangan pada pasukan AS di pangkalan militer di Irak hanyalah awal (pemanasan) dari operasi besar di seluruh wilayah tersebut. Artinya masih ada ancaman yang lebih besar dibanding sebelumnya.

Pernyataan komandan kedirgantaraan Revolusi Islam (IRGC) Brigjen Amir Ali Hajizadeh, yang bertanggung jawab atas pasukan rudal, disertai dengan nada yang agresif. Para diplomat negara itu bersikeras bahwa serangan rudal di dua pangkalan militer AS di Irak itu menyimpulkan reaksi Iran terhadap serangan drone AS atas pembunuhan jenderal senior Iran, Qassem Soleimani.

“Rudal itu menyerang salah satu pangkalan paling penting Amerika Serikat dalam rangka operasi martir Soleimani. Serangan itu adalah awal, operasi besar akan berlanjut di seluruh wilayah,” kata jenderal itu kepada wartawan di Teheran, Kamis.

Hajizadeh memberikan konferensi pers di depan kelompok milisi yang selaras dengan Iran dan jaringan yang telah didirikan Soleimani. Hajizadeh mengklaim serangan rudal balistik di pangkalan al-Asad dan Erbil ditujukan untuk merusak ‘mesin militer’ Amerika dan tidak menimbulkan korban AS.

Komentar