Komandan IGRC Brigjen Amir Ali Hajizadeh Sebut Serangan Iran ke AS Baru Permulaan

Jumat, 10 Januari 2020 14:33

“Jika kami ingin membunuh, kami bisa merancang operasi sedemikian rupa sehingga 500 orang (Amerika) akan terbunuh pada langkah pertama, dan jika mereka merespons, 4.000 hingga 5.000 lebih lanjut akan terbunuh pada langkah selanjutnya dalam 48 jam,” anmcamnya.

Menurut Jeffrey Lewis, di Institut Studi Internasional Middlebury di Monterey, dia mempublikasikan gambar satelit dari kerusakan rudal. Kerusakan itu adalah serangan yang dikalibrasi secara hati-hati.

“Itu dimaksudkan sebagai respons legalistik proporsional yang ditujukan pada target militer. “Saya tidak berpikir mereka berusaha menghindari korban. Mereka melihatnya sebagai target yang sah, tanpa khawatir apakah mereka membunuh personel Amerika,” katanya.

Dia menambahkan bahwa Iran menggunakan rudal balistik, bukan rudal jelajah. “Karena mereka ingin pesannya menjadi jelas dari mana rudal itu berasal,” ujarnya.

Sebelumnya dalam pidato resminya, Trump meyakini Iran akan mundur. Trump juga menyebut bahwa dia siap membatalkan perang tetapi tetap menjatuhkan sanksi ekonomi untuk Iran. (jpc/fajar)

Komentar


VIDEO TERKINI