Komandan Tertinggi IGRC Sebut Militer Iran Bisa Luncurkan Ratusan Rudal dalam 1 Jam

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, TEHERAN — Komandan Pasukan Aerospace Pasukan Penjaga Revolusi Islam (IGRC) Brigadir Jenderal Amir Ali Hajizadeh menyatakan, Iran siap menembakkan ratusan rudal ke sasaran AS dalam satu atau dua jam.

Amir Ali Hajizadeh menegaskan hal itu pada sebuah konferensi pers Kamis waktu setempat. Dia juga mempublikasikan foto bagaimana kondisi pangkalan udara AS di Irak sebelum dan sesudah dihujani rudal.

“Serangan rudal di salah satu pangkalan AS yang paling penting adalah awal dari operasi besar yang akan berlanjut di seluruh wilayah”, katanya, menambahkan, “Kami tidak berusaha untuk membunuh. Kami berusaha untuk mengenai mesin militer musuh,” tandasnya dilansir iranpress, Jumat, 10 Januari.

Dia menegaskan, pembunuhan Letnan Jenderal Soleimani adalah salah satu kesalahan strategis dalam sejarah terbesar Amerika.

“Kami menembakkan 13 rudal ke pangkalan militer AS di Irak, tetapi kami siap menembakkan beberapa ratus rudal dalam satu atau dua jam,” sebutnya.

“Kami pikir mungkin perlu dua atau tiga hari atau seminggu jika kedua belah pihak tidak berlatih menahan diri, jadi kami telah menyiapkan beberapa ribu rudal,” tambah komandan.

Amir Ali Hajizadeh menyatakan dalam serangan awal yang dilakukan IGRC, pihaknya tidak bermaksud membunuh siapa pun dalam operasi itu, kendati pada kenyataannya ada puluhan orang tewas dan beberapa lainnya terluka yang statistiknya akan diketahui.

“Jika kami ingin membunuh, kami dapat merancang operasi sehingga setidaknya 500 pasukan militer terbunuh, dan jika mereka merespons pada langkah berikutnya, kami akan mengubah posisi kami dan tidak memiliki kewajiban untuk menyelamatkan nyawa pasukan AS. Kami akan membunuh setidaknya 5.000 di langkah kedua dan ketiga dalam 48 jam,” tegasnya.

Dia menekankan, semua rudal Iran mengenai target yang mereka maksudkan. “Amerika tidak menjawab meski memiliki banyak fasilitas, mereka tidak dapat menghadapi kita,” katanya.

Diketahui, unit kedirgantaraan IRGC meluncurkan serangan terhadap pasukan AS di pangkalan udara Ain al-Assad di Irak barat dan lainnya di Erbil, di utara negara itu.

Serangan itu terjadi sebagai tanggapan terhadap serangan pesawat tak berawak AS beberapa hari sebelumnya yang menewaskan salah satu Jenderal top Iran, mantan Komandan Pasukan Quds elit IRGC, Letnan Jenderal Qassem Soleimani.

Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Sayyid Ali Khamenei menggambarkan serangan itu sebagai “tamparan di wajah” untuk Amerika dan Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif menyebutnya sebagai “tindakan proporsional” yang datang “untuk membela diri”. (fajar)

Sumber : iranpress
Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...