Marak Tambang Ilegal di Bone Utara, Kapolres: Ini PR Tipiter

FOTO: AGUNG PRAMONO/FAJAR

FAJAR.CO.ID, WATAMPONE — Ada puluhan tambang ilegal sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Walanae atau tepatnya di Bone Utara. Pemerintah Daerah dan penegak hukum wajib menutupnya. Sebab, mengancam abrasi sampai ke jalan jika terus disedot.

Pelaku tambang di Kecamatan Ajangale, Dua Boccoe, semua terang-terangan melakukan aktivitas pertambangan.

Penampungnya begitu jelas di pinggir sungai. Namun, saat Kapolres Bone, AKBP I Made Ary Pradana, meninjau lokasi tersebut semuanya kompak tidak ada yang melakukan aktivitas.

“Ini temuan baru langsung dari saya bahwa ada kegiatan tambang di tengah sungai yang menggunakan mesin traktor. Ini sudah saya dokumentasikan beberapa. Saya sudah tanyakan ke Pak Bupati, apakah alur sungai ini ada izinnya atau tidak,” kata Ary Jumat (10/1/2020).

Memang selama perwira berpangkat dua melati itu menyusuri Sungai Walanae bersama Bupati Bone Andi Fahsar Mahdin Padjalangi dan Wakil Bupati Bone Ambo Dalle, Kasrem 141 Toddoppuli Letkol Inf Bobbie Triyantho, Ketua DPRD Bone Irwandi Burhan, Danyon C Pelopor Kompol Nur Ichsan, dia banyak merekam pinggiran sungai. “Ini PR (Pekerjaan Rumah) Unit Tipiter (Tindak Pidana Tertentu) nanti,” bebernya. (gun)

KONTEN BERSPONSOR

Komentar