Wahyu Setiawan Mundur sebagai Komisioner KPU, Ini Jumlah Suap yang Diterima


FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan resmi ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Jumat (10/1) dini hari. Penahanan terhadap Wahyu dilakukan usai ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus penerimaan suap pergantian antar waktu (PAW) anggota DPR RI periode 2019-2024.

Wahyu keluar dari Gedung Merah Putih KPK menggunakan rompi oranye dengan tangan diborgol sekira pukul 01.20 WIB. Dia terlihat membawa selembar kertas yang bertuliskan permintaan maaf.

“Saya menyampaikan permohonan maaf kepada ketua, anggota dan sekjen KPU atas peristiwa yang saya alami,” kata Wahyu usai menjalani pemeriksaan intensif di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (10/1) dini hari.

Pria yang mempunyai harta kekayaan Rp12,8 miliar ini pun menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh jajaran KPU di Indonesia. Dia menyebut, kasus yang menjeratnya murni masalah pribadi.

“Kejadian ini murni masalah pribadi saya dan saya menghormati proses hukum yang sedang dilakukan oleh KPK,” ucap Wahyu.

Menyusul penetapannya sebagai tersangka KPK, kata Wahyu, dirinya akan langsung menyampaikan surat pengunduran diri sebagai anggota KPU. Dia pun memohon agar diberikan kesabaran terkait kasus yang menjeratnya.

“Dengan saya telah ditetapkan sebagai tersangka, maka dalam waktu dekat, saya akan mengundurkan diri sebagai anggota KPU,” jelas Wahyu.

Sementara itu, pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK Ali Fikri menyampaikan, setelah resmi ditetapkan sebagai tersangka, Wahyu Setiawan akan mendekam di rumah tahan (Rutan) Pomdam Jaya Guntur. Sementara itu, Agustiani Tio Fridelina akan mendekam di Rutan K4 yang terletak di belakang gedun KPK.

KONTEN BERSPONSOR

Komentar