Megathrust dan Literasi Kebencanaan


Sepanjang hari ini, sy menerima banyak pesan, baik di WA maupun di beberapa media sosial lainnya. Rupanya, berita tentang keberadaan megathrust di Pulau Sulawesi yang diliput tahun lalu setelah terjadinya gempa Palu dan Pangandaran sekarang beredar dan membuat keresahan (Gambar di atas).

Banyak yang bertanya apakah berita tersebut berarti megathrust atau gempa besar akan terjadi di Sulawesi Selatan dan Kota Makassar.

Berikut informasi yang ingin saya sampaikan untuk memberikan sedikit pemahaman tentang konteks pemberitaan tersebut.

Megathrust atau gempa besar di Pulau Sulawesi terletak di bagian utara, seperti pada gambar di bawah.

Megathrust ini dibentuk oleh adanya subduksi atau tunjaman dari lempeng Laut Sulawesi ke bagian utara Sulawesi dan membentuk jalur subduksi melintang dari barat-timur (Lihat peta di atas).

Zona subduksi inilah yang berpotensi untuk menghasilkan megathrust atau gempa besar dengan skala mencapai 8 SR.

Karena zona tunjaman ini terdapat di laut, ketika bergerak dan menimbulkan gempa kemungkinan besar akan menghasilkan tsunami yang besar, dan bisa mencapai ketinggian lebih dari 10 meter.

Gempa besar tercatat telah terjadi beberapa kali di daerah ini, di antaranya tahun 1996 di mana terjadi gempa dan tsunami di daerah Tanggolobibi (dekat Toli-toli) dan sekitarnya. Jika kita melihat perulangannya, gempa di daerah ini mempunyai periode ulang sekitar 30 tahun.

Komentar

Loading...