Soal Tambang Ilegal, Bupati Bone Tegaskan Sudah Dilarang

Bupati Bone, Andi Fahsar Mahdin Padjalangi, bersama Kapolres Bone, AKBP I Made Ary Pradana, saat meninjau lokasi tambang ilegal di Bone Utara. (FOTO: AGUNG PRAMONO/FAJAR)

FAJAR.CO.ID, WATAMPONE -- Bupati Bone, Andi Fahsar Mahdin Padjalangi bersikap tegas soal tambang ilegal yang ada di sepanjang Bone Utara. Semuanya sudah dilarang.

Memang, ada puluhan tambang ilegal sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Walanae. Pemerintah Daerah dan penegak hukum wajib menutupnya. Sebab, mengancam abrasi sampai ke jalan jika terus disedot.

Pelaku tambang di Kecamatan Ajangale, Dua Boccoe semua terang-terangan melakukan aktivitas pertambangan. "Sudah ada pelarangan menambang di wilayah itu (Bone Utara, red). Kecuali yang sudah memiliki izin tetap boleh, dan memang ada yang tidak memikiki izin. Kita juga sementara menunggu pembahasan RTRW," tegas bupati dua periode itu kemarin.

Sementara Kapolres Bone, AKBP I Made Ary Pradana mengakui bahwa, temuan ini bakal langsung ditindaklanjuti. "Bahwa ada kegiatan tambang di tengah sungai yang menggunakan mesin traktor. Ini sudah saya dokumentasikan beberapa," ucapnya.

Kata dia, selama menyusuri sungai Walanae, ini potensinya sangat bahaya apabila terus-terusan dilakukan. Dan ini harus segera ditindaklanjuti. "Temuan ini akan dijadikan bahan evaluasi. Apalagi ini salah satu penyebab bencana, karena akan semakin dalam jika terus diisap pasirnya. Akibatnya akan semakin bahaya," ucapnya.

Perwira berpangkat dua melati itu menegaskan, pihaknya akan melakukan tindakan yang sangat optimal karena efeknya akan sangat meluas terhadap ekosistem di pinggiran sungai. "Kami butuh dukungan dari Pemda untuk bersama-sama. Mumpung RTRW-nya sementara digodok," jelasnya. (rls)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Muhammad Nursam


Comment

Loading...