Pesawat Ukraina yang Tertembak Dikira Misil, 82 Korbannya Warga Iran

TERNYATA RUDAL: Puing pesawat Ukraine Internasional Airlines yang jatuh di Shahedshahr, pinggiran Teheran sebelah Barat daya, pada Rabu lalu (8/1). (Ebrahim Noroozi/AP Photo)

FAJAR.CO.ID — Tragedi memilukan atas jatuhnya pesawat Ukraina akan terus membayangi Brigadir Jenderal Amir Ali Hajizadeh, komandan korps udara Garda Revolusi Iran.

Peristiwa itu tak akan cukup ditepis dengan permintaan maaf, pengunduran diri, atau hukuman fisik sekali pun. Bahkan terlontar kalimat memilukan dari sang jenderal. “Lebih baik saya mati saja.”

Kemarin (11/1) Iran mengakui telah ”menembak dengan tak sengaja” pesawat Ukraine International Airlines dengan nomor penerbangan PS752 pada Rabu lalu (8/1). Pesawat Boeing 737 tujuan Kiev, Ukraina, itu jatuh di Shahedshahr, pinggiran Teheran, hanya beberapa menit setelah lepas landas dari Bandara Internasional Imam Khomeini.

Akibatnya, 167 penumpang dan 9 kru tewas. Dari keseluruhan korban, 82 di antaranya merupakan warga Iran.

Hajizadeh mengaku korps yang dipimpinnya bertanggung jawab sepenuhnya atas, dalam bahasa Presiden Iran Hassan Rouhani, ”kesalahan yang tak termaafkan” tersebut. Anak buahnya telah salah mengidentifikasi pesawat komersial itu sebagai cruise missile atau peluru kendali jarak jauh. Dan, menembaknya jatuh dengan dua rudal (misil) jarak pendek.

Dalam penjelasan resmi militer Iran, seperti dilansir kantor berita Iran IRNA, disebutkan bahwa pesawat yang salah teridentifikasi itu terbang mendekati kawasan militer sensitif. Padahal, keamanan Iran tengah dalam level tertinggi buntut ketegangan dengan Amerika Serikat.

”Dalam kondisi seperti itu, karena kesalahan manusia dan tak disengaja, pesawat tersebut pun ditembak.” Demikian bunyi pernyataan resmi militer Iran seperti dikutip CNN.

Komentar

Loading...