Piutang Rp62 Miliar, Pemkot Surabaya Deadline BPJS Kesehatan


FAJAR.CO.ID, SURABAYA– Pemkot masih memiliki piutang Rp62 miliar dari BPJS Kesehatan. Padahal, uang tersebut dibutuhkan untuk operasional rumah sakit (RS) milik pemkot. Pemkot memberikan deadline agar tunggakan itu dilunasi pada minggu kedua bulan ini.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya drg Febria Rachmanita mengatakan, klaim dari BPJS Kesehatan yang belum terbayar berasal dari dua rumah sakit milik pemkot. ’’Itu dari RSUD Bhakti Dharma Husada (BDH) dan RSUD dr Soewandhie,’’ ujarnya.

Pejabat yang akrab disapa Feny itu mengatakan sudah ada rapat yang membahas masalah tunggakan tersebut. Pihak BPJS Kesehatan sudah menyanggupi melunasinya pada minggu kedua Januari. Artinya, pekan depan tunggakan itu harus dibayarkan.

Sebab, kata Feny, tunggakan tersebut memunculkan dua masalah Pertama, perputaran uang di rumah sakit terganggu. Akibatnya, pihak manajemen rumah sakit sulit mengadakan obat-obatan.

Untuk menyiasati cash flow tersebut, pemkot memberikan subsidi. Bentuknya dana segar. Uang itu dipakai untuk pengadaan obat. ’’Tapi tetap bermasalah. Tentu, kami tidak bisa menunggu subsidi terus. Plot anggaran dari APBD untuk itu terbatas. Jadi, harus dilunasi,’’ papar Feny.

Selain itu, pembayaran uang jasa pelayanan (jaspel) untuk dokter dan tenaga kesehatan lain terhambat. Feny menuturkan, banyak tenaga medis yang sambat. Sebab, uang jaspel belum dibayarkan selama empat bulan terakhir. Dari September sampai Desember.

Komentar

Loading...