Baru 30 Persen Perikanan Terkelola

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR —  CAPAIAN itu sebenarnya masih bisa digenjot lagi. Data Dinas Kelautan dan Perikanan Sulsel, saat ini baru sekitar 30 persen potensi yang dikelola. Banyak faktor yang jadi penyebab. Selain teknologi penangkapan, juga kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) nelayan yang masih butuh ditingkatkan.

Kondisi ini diakui sendiri Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah. Mantan Bupati Bantaeng dua periode itu mengatakan, potensi ekspor ikan di Sulsel cukup besar tiap tahunnya.Hanya saja, alat penangkapan ikan di Sulsel yang berbasis teknologi belum ada. Nelayan masih menggunakan cara tradisional. Hasilnya kadang tidak maksimal, apalagi di musim hujan seperti ini.

"Kita punya potensi karena perikanan kita di Sulsel cukup besar. Selama ini memang belum maksimal karena ada beberapa kendala," ujarnya. Selain alat, armada kapal juga belum mendukung. Termasuk ilmu tangkap yang belum dikuasai. "Kalau ini kita kuasai, kita bisa suplai ikan ke semua negara. Cuma masalah kita adalah penguasaan teknologi penangkapan, makanya tahun ini kita buat roadmap-nya kita tentukan fishing room yang potensi," ungkapnya.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulsel, Sulkaf S Latief mengatakan, tingkat ekspor perikanan di Sulsel memberikan tren positif. Beberapa komoditi perikanan meningkat pesat seperti udang vaname dan udang secara menyeluruh.Berdasarkan data Dinas Perikanan dan Kelautan Sulsel, jumlah ekspor udang beku 2019 mencapai 2,24 juta ton. Meningkat pesat jika dibandingkan 2018 yang hanya 2,54 ribu ton.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Fadel


Comment

Loading...