Tangani Pak Ogah, Dishub Makassar Ingin Kolaborasi Provinsi

Senin, 13 Januari 2020 10:53

“Usulan dewan yang bilang personel dishub menggantikan peran Pak Ogah itu sebenarnya bagus juga. Cuma perlu dimatangkan segala sesuatunya. Pasti ada beberapa pertimbangan lain,” ujarnya, kemarin.

Dia meminta untuk penanganan Pak Ogah perlu kerja sama berbagai pihak. Sebab, kata dia, jika hanya berharap pada satu instansi, penanganan ini akan sulit dilakukan.

“Ini perlu ada kolaborasi dengan provinsi. Kalau ada shift-shift itu menarik. Misalnya anggota saya dan provinsi ditentukan jam-jam mereka turun. Jadi bergantian,” bebernya.

Mario mengaku akan membahas persoalan ini bersama Dishub Sulsel. “Kepala dinasnya kan baru dilantik. Jadi kita akan membahas kembali mengenai Pak Ogah ini. Siapa tahu ada solusi baru,” imbuhnya.

Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah meminta Pemkot Makassar segera menuntaskan persoalan kemacetan di Makassar. Harus ada kajian-kajian spesifik penyebab kemacetan dan dicarikan solusinya.

“Kita harus ada kajian karena saya lihat Pak Ogah ini menjadi salah satu biang kemacetan,” bebernya.

Kata Nurdin, Pak Ogah kerap kali beroperasi di persimpangan atau di putaran (u-turn jalan). Padahal tidak punya ilmu khusus untuk mengatur lalu lintas. Hanya muncul karena mengharap imbalan pengendara.

Bagikan berita ini:
3
4
5
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar