Aksi Heroik Menyelamatkan Bocah SD yang Diterkam Buaya

DIGIGIT BUAYA: Daffa dirawat intensif di RS Pupuk Kaltim kemarin sebelum menjalani operasi bedah hari ini. Dia mengalami luka gigitan di bagian punggung dan luka cabik di bagian dada. (Istimewa)

FAJAR.CO.ID, BONTANG– Serangnya buaya kembali terjadi di Bontang, Kalimantan Timur. Beruntung, serangan ganas buaya diketahui sang kakak yang langsung turun ke sungai menyelamatkan sang adik.

Korban yang diserang buaya adalah Daffa. Pelajar sekolah dasar di salah satu sekolah Loktuan, Bontang ini diterkam buaya saat berenang dengan teman-teman dan kakaknya, Senin (13/1). Bhabinkantibmas Loktuan Aipda Ahmad Bajuri mengatakan, peristiwa terjadi sekitar pukul 18.00 Wita.

Kejadian serangan saat anak-anak pelajar ini tengah asyik bermain. Usai berenang, teman-teman Daffa, termasuk sang kakak beranjak terlebih dahulu. Saat itu, ketinggian air mencapai 1 meter. “Daffa ini posisinya terakhir. Lainnya sudah di atas,” kata Aipda Bajuri seperti dikutip Jawa Pos (grup fajar.co.id), Selasa (14/1).

Rekannya pun telah mengingatkan agar dia segera naik ke daratan. Termasuk kakak kandungnya, Ahza, yang ikut berenang, telah meminta hal senada. Sebab, kakaknya telah melihat ada yang muncul di permukaan air.

Namun, dalam hitungan detik, Daffa sudah digigit buaya. Ukurannya diprediksi 2,5 meter. Posisinya pun memeluk tubuh bagian belakang Daffa. Ketika itu, posisi Daffa sedang memeluk sebilah kayu ulin.

“Karena tidak naik, kakaknya turun lagi untuk menghajar buaya tersebut. Dipukulinya itu buaya pakai tangannya. Sedangkan rekan lainnya membantu menombak memakai kayu ulin,” ucap Bajuri. Setelah terlepas, kakaknya segera membawa Daffa ke atas jembatan.

Sempat pulang ke rumah, Daffa akhirnya dilarikan ke rumah sakit terdekat. Itu diketahui sang ayah yang melihat ada tetesan darah dari punggungnya.

Dijelaskan Aipda Bajuri, di lokasi sama tercatat dua kali buaya telah muncul dan diamankan. Terakhir 2019. Panjang predator tersebut mencapai 5 meter. Sesungguhnya sudah ada imbauan supaya tidak berenang di empang tersebut. Baik itu melalui pemasangan plang, rapat warga, maupun media sosial. “Harap masyarakat tetap waspada karena buaya masih banyak di perairan Loktuan,” harapnya.

Adapun luka yang diderita oleh Daffa ialah luka gigitan di bagian punggung dan luka cabik di bagian dada. Rencananya, hari ini korban menjalani operasi bedah. Kini, korban masih dirawat intensif di RS Pupuk Kaltim. Sementara untuk pengangkatan buaya juga dijadwalkan hari ini. (jpc/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Hamsah Umar

Comment

Loading...