Dewan Desak Evaluasi OPD yang Tak Becus, Ini Kata Bupati Bone

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, WATAMPONE — Sepanjang tahun 2019 ada Rp56 miliar Dana Alokasi Khusus (DAK) yang mengendap di Kas Negara. DPRD Bone menilai itu semua karena Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang tidak becus mengurusnya. Bahkan, dia meminta untuk agar OPD tersebut dievaluasi.

Sisa DAK tersebut tersebar di 13 bidang. Bidang pendidikan terbesar, masih ada Rp20,2 miliar sisa DAK yang belum dibelanjakan Dinas Pendidikan. Kemudian Dinas Perindustrian Rp6 miliar, dan beberapa di bidang lainnya.

Bupati Bone, Andi Fahsar Mahdin Padjalangi mengakui, untuk mengurus DAK itu tidaklah mudah. Ada banyak tahapan dan proses yang harus dilalui. “Namun untuk DAK yang masih mengendap di kas negara akan kita urus kembali. Insyaallah,” katanya usai Rapat Koordinasi di Rumah Jabatan Selasa (14/2/2020).

Soal usulan DPRD Bone yang meminta mengevaluasi OPD yang tidak becus, Bupati Bone dua periode itu mengaku akan mempertimbangkannya semua. “Saya kira itu menjadi bahan untuk evaluasi,” jelasnya.

Sebelumnya, Ketua Komisi 1 DPRD Bone, Saifullah Latif meminta kepada Bupati Bone, Andi Fahsar Mahdin Padjalangi untuk tegas mengevaluasi Kepala OPD yang tidak becus mengurus anggaran. DAK tahun 2019 yang tidak terealisasi akibat kelalaian OPD, dan ini menjadi catatan buruk bagi pemerintah daerah. “DAK sangat susah didapat. Tahun 2019 DAK untuk Bone ada. Sayangnya, akibat kelalaian OPD tidak dikeluarkan di KAS negara. Kurang lebih Rp6 miliar,” katanya Senin, 13 Januari.

Ketua PBB Bone itu menegaskan, untuk mendapatkan DAK itu tidak mudah. Harus banyak prestasi. Kemudian, yang paling harus dikritisi yakni Unit Layanan Pengadaan (ULP) yang tidak memproses semua pengajuan lelang.

“Ini kan tidak dilakukan proses lelang. Dan selalu mengeluh karena kekurangan anggota. Bukankah ASN sanggup ditempatkan di mana saja. Apalagi, semua OPD ada Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP), kenapa mesti harus milih-milih,” geram Saifullah. (gun/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...