Dikeroyok Usai Fasilitasi Kasus Tanah, Mantan Kades Lapor Polisi

0 Komentar

Usdin, saat berada di Polres.

FAJAR.CO.ID, MASAMBA — Mantan Kepala Desa Ujung Mattajang, Kecamatan Mappideceng, Kabupaten Luwu Utara, Usdin, mendatangi Kantor Polres Luwu Utara, Selasa 14 Januari 2020.

Usdin mendatangi Ruang Reskrim Polres Luwu Utara untuk menanyakan laporannya Jumat pekan lalu. Dia mengaku dikeroyok kakek dan cucunya di Kantor Desa Ujung Mattajang pada 31 Desember lalu. Lantaran memfasilitasi kasus pembebasan lahan warga yang dilalui irigasi.

Usdin mengaku dianiaya dan dikroyok kakek dan dua cucunya di depan aparat desa. ”Di sana ada lahan salah satu warga yang dibebaskan pemerintah dan dilengkapi sertifikat. Harganya Rp19 juta,” kata Usdin.

Menurut Usdin, pembebasan lahan ini sudah selesai administrasinya. Dananya sudah ditransfer ke rekening. Namun, rekening pemilik ditahan. Lantaran ada warga yang mengklaim merupakan lahannya. Warga yang mengklaim ini hanya memperlihatkan foto copy surat tanah tahun 1980-an. Usdin meminta kepada kedua belah pihak untuk menyelesaikan secara kekeluargaan.

Keduanya sepakat. Penggugat mengajukan permohonan agar dana Rp9 juta dan sisa lahan diberikan kepadanya. Mantan Kepala Desa Usdin menfasilitasi dengan mengajukan ke pihak digugat. Dia sepakat.

Setelah itu, penggugat malah berbalik. Permintaannya awal berubah. Mantan Kades Ujung Mattajang kesal. ”Kenapa kita berbohong. Pihak sebelah sudah sepakat. Kenapa kita tidak akui,” paparnya.

Cucu penggugat tidak menerima kakeknya dibilangi pembohong. FI dan RA mengamuk dan menyerang dengan tendangan kepada mantan kades. Kemudian disaksikan Plt Kades dan para Kaur. ”Saya langsung melapor ke Polsek Mappideceng dan Polres Luwu Utara,” urainya. (shd)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...