Dikira Bercanda Minta Pacar Bawa Mayatnya, Perempuan Ini Ternyata Bunuh Diri

0 Komentar

Korban bunuh diri. (FOTO: ISTIMEWA)

FAJAR.CO.ID — Kasus bunuh diri kembali terjadi Senin malam (13/1/2020). Korban Ni Ketut Erna Sukmawati, 31, asal Seririt, Singaraja nekat gantung diri di kamar mandi kosnya di Banjar Pengambangan, Desa Batubulan setelah ditinggal kerja oleh pacarnya, Ketut Sudarma, 34, sama-sama asal Seririt dan satu kos dengan korban.

Korban yang bekerja sebagai pegawai TU sekolah dasar di Denpasar ini sempat dilarikan ke UGD RS Premagana Batubulan. Namun sayang, nyawanya tidak bisa diselamatkan. Kini jenazah korban telah dipulangkan ke kampung halamannya.

Sesuai informasi yang dihimpun Bali Ekspres (grup FAJAR), kejadiannya bermula pada Senin (13/1) sekitar pukul 15.08. Saksi yang merupakan pacar korban sempat dichat melalui Whatsapp saat sedang berjualan di Banjar Lodtunduh, Kecamatan Ubud. Sesuai KTP, korban berstatus cerai hidup yang kini bekerja sebagai pegawai TU di sebuah sekolah dasar di Denpasar.

Dalam chat tersebut, korban menulis, “Nanti tolong mayat saya bawa ke Singaraja”. Sementara itu, saksi hanya menjawab jangan bilang begitu. Bahkan saksi sempat menanyakan korban, apakah jadi latihan menyetir, namun tidak ada balasan.

Antara korban dan saksi, sebelumnya tidak ada masalah. Bahkan korban dan saksi kos dalam satu kamar sejak tanggal 29/12/2019. Karena dianggap bercanda, saksi pun tidak menghiraukan chat korban. Sampai akhirnya sekitar 19.30 saksi chat balik ke korban, namun tidak kunjung dibaca.

Saksi berusaha menelepon korban, tetapi tidak ada jawaban. Merasa curiga, saksi cepat-cepat pulang ke kos. Setibanya di kos, ia langsung membuka pintu kamar karena tidak terkunci. Melihat isi kamar kosong, saksi mencari keberadaan korban ke kamar mandi. Saat itulah korban ditemukan sudah tergantung menggunakan selendang warna kuning yang diikat di ventilasi kamar mandi.

Kanit Reskrim Polsek Sukawati, Iptu IGN Jaya Winangun membenarkan kasus bunuh diri tersebut. Ia menjelaskan, saksi sempat melarikan korban ke UGD RS Premagana Batubulan untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, saat tiba di RS Premagana, muka korban sudah membiru, tangan dan ujung jari sudah kaku bahkan berbau pesing.

“Tim medis sempat melakukan pacu jantung sebanyak satu kali karena korban sudah tidak bernapas. Selanjutnya, dilakukan observasi selama dua jam, dan akan dilakukan pengembangan,” jelas Iptu Winangun.

Sementara itu, pemilik kos, Dewa Gede Surabawa menjelaskan, korban bersama pacarnya mulai kos di sana sejak satu bulan lalu. Ia pun mengaku tidak tahu- menahu terkait masalah yang dialami korban sehingga sampai bunuh diri.

“Baru satu bulan mereka kos di sana. Saya juga kaget mendapat kabar seperti itu karena saya tinggal jauh dari kos-kosan. Di sini ada 10 kamar. Paska kejadian bunuh diri ini, kami akan lakukan upacara pecaruan,” imbuhnya. (JPG)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...