Ngaku Mirip Suami, Ibu Guru Ayu Paksa Siswa Mesum, Dipenjara 2 Tahun

Laura Bucy divonis dua tahun penjara. (Foto: Departemen Kepolisian Twinsburg / LinkedIn)

FAJAR.CO.ID—Seorang guru berparas ayu harus mendekam di dalam penjara selama dua tahun. Itu setelah ia berhubungan seks dengan siswanya yang berusia 17 tahun. Sang guru bernama Laura Bucy mesum dengan remaja itu setelah merecokinya dengan minuman keras.

Dalam persidangan pekan lalu, The Beacon Journal melaporkan bahwa guru sekolah menengah berusia 34 tahun itu mengatakan dia tertarik berhubungan seks dengan sang murid karena terlihat mirip dan berperilaku seperti suaminya.

Peristiwa yang membawa Laura mendekam di penjara Twinsburg, Ohio itu terungkap pertama kali setelah polisi mendatangi rumah korban. Saat itu, orangtua siswa tersebut sudah membawa putra mereka ke terapis setelah menemukan minuman keras di kamarnya.

The Beacon Journal melaporkan, sang guru berhubungan seks pertama kali dengan bocah laki-laki itu di Twinsburg High School pada musim gugur 2017. “Kami khawatir dia tidak akan pernah sama lagi. Saya harap pengadilan ini mengirim Anda ke penjara,” kata ayah bocah itu.

Menurut keterangan jaksa, Bucy yang bekerja sebagai guru ilmu pengetahuan keluarga dan konsumen di Twinsburg High School berhubungan seks dengan siswa itu lalu mengirimnya gambar cabul. Siswa itu merahasiakan hubungan gelapnya dengan gurunya karena Bucy mengatakan kepadanya bahwa dia akan kehilangan pekerjaan dan anak-anaknya kalau mereka ketahuan.  

Dalam sebuah pernyataan tertulis, bocah itu juga mengatakan kepada pengadilan bahwa ia merasa dipaksa. Alasannya, dia khawatir Bucy akan mengubah nilainya atau membuatnya bermasalah jika hubungan mereka ketahuan.

Sang guru dilaporkan pertama kali mengaku berhubungan seks dengan bocah itu ke kerabat, kemudian ke polisi. Dia ditangkap pada 2018 dan mengatakan kepada petugas bahwa dia berhubungan seks dengan bocah itu pada musim gugur 2017.

Bucy mengaku bersalah melakukan hubungan seksual, kejahatan tingkat ketiga, pada Juni 2019 dan menghadapi hukuman lima tahun penjara. Namun, dia hanya mendapat hukuman dua tahun dan bisa bebas lebih awal setelah enam bulan meski harus mendaftar sebagai pelanggar seks.

Usai divonis, dia meminta maaf kepada korban, keluarga korban, keluarganya dan rekan-rekannya. “Saya minta maaf saya membiarkan ini terjadi. Saya tidak percaya kejadian ini adalah cerminan sejati dari siapa saya dan tidak akan pernah membiarkan hal itu terjadi lagi,” ujarnya dikutip dari Metro. (amr)

loading...
Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Komentar

Loading...