Debitur Curigai Kepala Cabang Pembantu BRI Watampone Rampok Aset Nasabah

0 Komentar

Debitur unjuk rasa di Bank BRI Cabang Watampone. Mereka merasa tertipu soal rukonya yang dilelang pad Rabu (15/1/2020). (FOTO: AGUNG PRAMONO/FAJAR)

FAJAR.CO.ID, WATAMPONE — Bank BRI Cabang Pembantu BTC Watampone diduga merampok aset nasabahnya sendiri. Sebab, melakukan pelelangan tanpa sepengetahuan debiturnya. Bahkan, dilelang di bawah harga jual.

Djasdar diketahui sebagai pemilik ruko. Pada tahun 2010 menjaminkan dua ruko yang berada di Jl Jend Ahmad Yani sebanyak Rp1,8 miliar. Itu berjalan lancar sampai tahun 2012. Setelahnya itu sudah mulai mandek.

Pihak bank kemudian melakukan pelelangan dengan harga Rp1,08 miliar per unitnya. Sehingga harga lelang dua ruko itu senilai Rp2,1 miliar lebih. Pemilik menduga bahwa pelelangan yang dilakukan oleh Bank BRI hanyalah rekayasa saja, dan setelah dilakukan lelang tidak ada proses transparansi yang diberikan kepada debitur.

“Ada kesalahan yang dilakukan oleh pihak bank. Hasil sisa lelang tidak dikembalikan ke saya selaku debitur,” kata Djasdar saat ditemui di Bank BRI Rabu (15/1/2020).

Kata dia, hal ini juga sudah dilaporkan kepada Polres Bone. Penyidik sudah melakukan gelar perkara, namun langsung menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyelidikan (SP3).

“Kami duga ada tindak pidana perbankan yang dilakukan oleh Kepala Cabang BRI Cabang Pembantu BTC Watampone,” jelasnya. (gun)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...