Komunitas Passe’reanta Monta Bassi, Pengoleksian Karya Seni hingga Khasiat Metabolisme

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR– Tak sekadar mengoleksi batu untuk dibuat karya seni. Tetapi juga sebagai benda bertuah tanah Bugis-Makassar, pemiliknya memiliki kandungan yang bisa membantu metabolisme.

Cedera pinggang yang cukup serius, pernah dialami Haris Daeng Ni’ga Karaeng Tappu. Berobat medis sudah ia jalankan, ada hasil namun tak memulihkan seperti sedia kala.

Namun saat itu salah satu sanak saudaranya, memberikan sebuah gelang yang terbuat dari batu yang diberi nama Monta’ Bassi. Gelang tersebut ia pakai beberapa waktu.

Beberapa hari, ia merasakan seperti ada yang menarik tulang-tulang di badannya. Ketika dites kadarnya di laboratorium, alhasil batu tersebut memiliki kandungan seperti magnet yang mampu memperbaiki metabolismenya.

Tak ingin berhenti di situ, ia pun mulai penasaran dan mencari tahu keberadaan batu monta’. Didapatnya di alam bahwa ada beberapa batu yang memiliki kandungan yang kuat untuk metabolisme.

“Monta sendiri memiliki arti dari kontak. Sehingga montak bassi adalah Batu yang berkontak dengan tubuh,” tutur pria yang juga Ketua Komunitas Passe’reanta Monta’ Bassi.

Ia menjelaskan ada tiga jenis batu yakni Monta’ darah (batu yang memiliki kadar warna merah), monta’ Daging (batu yang memiliki tekstur warna daging) dan monta’ Bassi (batu yang spesifiknya seperti magnet). Kadar penelitiannya memang memiliki khasiat.

Untuk itu, edukasi yang ia dapat tak ingin ia simpan sendiri. Ia mulai mengajak rekannya meneliti batu-batu tersebut. Hingga kini dibentuklah satu wadah bagi pecinta koleksian batu monta’.

Komunitas tersebut dibuat agar menjadi wadah bagi pencinta Monta’ Bassi yang ada di Sulsel. Selain untuk menjalin silaturahmi, komunitas ini juga dijadikan wadah bagi para anggota untuk belajar tentang apa itu Monta Bassi yang bermanfaat buat orang banyak.

“Jadi kita buat gelang, kalung dan tasbih, ini bukan musyrik tetapi kita pakai sebagai aksesoris keindahan yang berbentuk seni, kalaupun yang memakainya mendapat khasiat wallahu alam semuanya dikembalikan pada sang pencipta,” ucap Haris Daeng Ni’ga Karaeng Tappu.

Tak hanya Haris, tetapi rekannya Ismail juga tertarik dengan keindahan batu monta’. Ia pribadi menjadikanya sebagai tasbih dan gelang.

Diperlihatkannya dua buah gelang ditangan kanannya. Batu berdiameter 0.85 cm, batu tersebut disusun melingkar dan diikat benang hitam. Terlihat indah.

Kedepan, akan ada tes kadar lagi yang dilakukan oleh peneliti di Universitas Hasanuddin. Dimana akan mengetes kadar yang terkandung dalam monta’.

Komunitas ini meyakini dari penelitian terdahulu bahwa monta’ (batu) ini bisa memberikan khasiat mempertahankan metabolisme tubuh ketika dipakai. Namun monta’ ini tak mereka jual.

Untuk itu komunitas ini mengajak seluruh pencinta mustika Monta Bassi di seluruh Sulawesi Selatan, bila ingin mengetahui lebih dalam tentang kelebihan yang terkandung dalam Monta Bassi dapat bergabung.

Komunitas Pa’sereanta Monta’ Bassi Sulawesi Selatan ini baru saja dibentuk pada 23 September 2019 kemarin. Namun untuk hobinya mengoleksi batu monta’ sudah sejak lama. Kini ada akta notaris pendirian komunitas yang diakui negara.

“Insyaallah ke depan kami juga bekerja sama dengab Dinas Kebudayaan, untuk bagaimana komunitas kami ini diakui sebagai komunitas seni yang bisa mematenkan warisan leluhur,”ucap Ismail. (wis/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...