Titi Purwaningsih: Saya Memang Lulus PPPK, tapi Hati Terdalam Merindukan PNS


FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Ketum PHK2I Titi Purwaningsih yang juga lulus PPPK tahap I 2019, menilai beberapa poin yang merugikan honorer K2 sehingga harus diubah.

Bagi Titi, honorer K2 layak mendapat perlakuan khusus karena sudah mengabdi puluhan hingga belasan tahun. Tidak bisa disamakan dengan PPPK umum yang nol pengabdian.

Sebenarnya, kata Titi, saat ini PPPK dari honorer K2 sudah sangat berharap agar Perpres tentang PPPK segera turun. Ini karena banyak honorer K2 yang usianya sudah uzur.

“Saya kadang perih melihat kawan-kawan yang tua-tua. Di usia senja ingin menikmati gaji jutaan tetapi harapannya belum bisa terkabul,” tuturnya.

Titi juga berharap setiap perpanjangan kontrak tidak ada tes lagi tetapi hanya berupa penilaian kinerja. Itupun kalau kinerja PPPK dinilai kurang bagus sebaiknya diberikan kesempatan meningkatkan kompetensinya lewat pelatihan.

Titi sendiri mengaku dalam posisi dilematis. Sebagai pimpinan honorer K2 yang ikut tes PPPK dan lulus, dirinya mendapatkan banyak sekali hujatan.

Padahal sedari awal Titi selalu meminta agar anggotanya mengikuti kebijakan pemerintah, sembari menunggu regulasi pengangkatan PNS.

Sedari awal dia menyadari keputusannya ikut tes PPPK akan mendapatkan banyak pertentangan. Namun, bagi Titi itu konsekuensi yang harus diterima. Dia tetap konsisten memperjuangan agar honorer K2 bisa diangkat menjadi PNS.

“Hujatan dan celaan saya terima dengan lapang dada. Itu jadi cambuk buat saya untuk tetap berusaha semampunya mencari celah agar cita-cita menjadi PNS tercapai. Saya memang lulus PPPK, tetapi dasar hati terdalam merindukan PNS karena bisa hidup tenang tanpa harus ada rasa waswas diputus kontrak,” bebernya.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...