Titi Purwaningsih: Saya Memang Lulus PPPK, tapi Hati Terdalam Merindukan PNS

Dengan nada serak, Titi menceritakan bagaimana hujatan bertubi-tubi datang kepadanya. Sebagai ketum PHK2I dinilai tidak sejalan dengan visi misi perjuangan. Padahal saran dia agar honorer K2 ikut tes PPPK demi ada peningkatan kesejahteraan. Masih banyak honorer K2 yang digaji Rp 150 ribu, dengan status PPPK paling tidak gaji bisa jutaan. Namun, sarannya banyak mendapat penolakan.

Lagi-lagi guru SDN di Banjarnegara ini menegaskan, PPPK bukan akhir dari perjuangan PHK2I. Sifatnya sementara dan perjuangan tetap berlanjut hingga ke status PNS.

“Saya disalahkan ikut PPPK dan katanya kalau revisi disahkan, yang sudah jadi PPPK tidak bisa lagi PNS. Kalau memang begitu adanya, itulah risiko berjuang. Bisa berhasil, bisa juga tidak. Dan, bukan tidak mungkin yang PPPK menjadi PNS karena honorer K2 memang layak mendapat perlakuan khusus. Buat saya yang penting maju terus berjuang sampai tujuan akhir tercapai. Hasil akhir kembali ke Allah dengan garis tangan masing-masing. Kalau Allah takdirkan PNS, ya akan jadi PNS,” bebernya sambil menarik napas panjang.

Titi mengaku sangat ikhlas dalam perjuangan ini. Dia tetap bergerak memperjuangkan nasib honorer K2. Hari ini dia bersama sejumlah pimpinan honorer, beraudiensi dengan Komisi II DPR. Semoga berhasil. (jpnn/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Hamsah umar


Comment

Loading...