Kedai Kopi Ini Jadi Tempat “Titip Suami”

FOTO: ARINI/FAJAR

“Menu yang kami sajiakan tidak jauh beda dengan warkop pada umumnya, seperti Kopi Susu, Kopi Hitam baik gula pasir putih dan gula merah, kopi vietnam. Walaupun menu utama seperti minuman pada umumnya, kami juga tidak ketinggalan jaman dengan menu modern seperti Es kopi susu kekinian, mocktail, juga makanan ringan dan berat,” bebernya.

Selain itu, Arsyad, yang juga merupakan pemilik salah satu warkop manual tertua di Maros mengaku sangat optimis dengan pasar yang berada di kawasan Grand Mall Batangase, melihat pengunjung yang semakin meningkat.

“Kita melihat pengunjung Grand Mall Batangase Maros yang semakin meningkat, membuat kita optimis jika meski belum menjadi tujuan pengunjung, Daeng Te’Ne Kopi itu mampu mengarahkan pengunjung untuk sekedar menjadikan lokasi menunggu bagi para suami yang mengantarkan istrinya berbelanja, semacam tempat titip suami” beber Ba’Ba, sapaan akrab Arsyad.

“Kita juga akan mengakomodir tamu yang berada di Grand Town Hotel yang masih berada di kawasan Grand Mall, maka dari itu, waktu closing kami agak lebih lama dari kebanyakan pelaku usaha kuliner yang berada di Grand Mall Batangase,” tambahnya.

Salah satu pengunjung warkop Daeng Tene Kopi, Ilham, mengaku sangat mengapresiasi hadirnya warkop Daeng Tene Kopi, dirinya merasa, salah satu ciri khas Kabupaten Maros, yaitu kopi teko hadir di tengah kawasan modern, dan lebih mempermudah para penikmat kopi teko yang berada di kawasan perbatasan Maros-Makassar.

KONTEN BERSPONSOR

Komentar