Reformasi Industri Keuangan non-Bank, Jokowi: Nggak karena Kebetulan Ada Peristiwa

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan bahwa reformasi di sektor industri keuangan non-bank termasuk asuransi, dilakukan bukan karena munculnya polemik di PT Asuransi Jiwasraya (Persero) dan Asuransi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri) yang saat ini tengah mencuat.

“Nggak, karena kebetulan ada peristiwa, tapi memang membutuhkan itu. Lembaga keuangan non-bank memang membutuhkan itu sehingga nanti akan diberlakukan OJK atau pihak dan kami support secara pemerintah,” ujar Presiden Jokowi di Ritz Carlton, Pasific Place, Jakarta, Kamis (16/1).

Menurutnya, sektor industri jasa keuangan non-bank termasuk asuransi sangat penting untuk menumbuhkan kembali kepercayaan masyarakat. Hal tersebut berkaca pada 2000 hingga 2005 lalu setelah dilakukan reformasi di industri perbankan. Sehingga dari sisi tadi pengaturan pengawasan permodalan akan lebih baik dan sempurna

“Di industri keuangan yang non-bank, saya sampaikan seperti di depan butuh reformasi perbaikan baik di pengaturan pengawasan dan permodalan itu penting. Karena perbankan sudah pernah di-reform pada 2000-2005,” imbuh Jokowi.

Terkait sengkarut Jiwasraya telah disampaikan seluruh pemangku kebijakan. Jokowi menekankan, hal yang terpenting, Menteri BUMN, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Menteri Keuangan, berkomitmen akan menyelesaikan permasalahan dari segi bisnis.

Sedangkan menyangkut persoalan hukumnya, Jokowi mengatakan tengah diproses oleh lembaga hukum dalam hal ini Kejaksaan Agung (Kejagung).

“Oh, sudah, sudah. Seratus persen sudah disampaikan kepada saya. Yang paling penting Menteri BUMN, OJK, Menkeu sudah dan nanti akan selesaikan masalah bisnis ekonominya kemudian urusan hukum nanti yang di Kejagung. Yang penting itu diselesaikan,” jelasnya. (jpc/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...