313 Darwish


Hanya para pemuda yang ditugaskan tetap tinggal di Qadian.

Jumlah mereka pun ditentukan: 313 orang. Sesuai dengan yang ikut perang Badr –di zaman Nabi Muhammad.

Semangat Perang Badr memang mewarnai jiwa 313 orang itu.

Tapi mereka bertekad hanya bertahan untuk menjaga masjid.

Seperti juga di Perang Badr mereka tidak punya niat perang.

Semua yang bertugas di Qadian diberi surat tugas langsung oleh khalifah mereka. Termasuk seorang pemuda yang terlanjur berangkat mengungsi.

Surat khalifah itu ia terima di perjalanan. Saat mengantar ibunya ke perbatasan.

Begitu menerima surat itu justru sang ibu yang berkeras. Agar anaknya kembali ke Qadian.

Sang ibu mengatakan bahwa dia bisa mengungsi bersama pengungsi lainnya.

Itulah salah satu dokumen yang sempat saya baca. Yakni kesaksian mereka yang termasuk 313 itu.

Air mata saya berlinang beberapa kali membaca dokumen itu.

Dari 313 orang tersebut kini masih dua orang yang hidup. Saya tidak sempat menemui keduanya.

Sebenarnya mereka masih tinggal di Qadian. Tapi sudah amat tua.

Selama mempertahankan Qadian itu mereka menjalani kehidupan sufi: sedikit makan sedikit bicara dan sedikit tidur.

Mereka berjaga 24 jam dalam kelompok-kelompok kecil.

Semua sudut jalan masuk desa Qadian diblokade. Massa tidak bisa masuk ke kampung Ahmadiyah itu.

KONTEN BERSPONSOR

Komentar