Erick Thohir dan Dirut Asabri Jamin Uang Nasabah Aman dan Tidak Dikorupsi


Senada, Mahfud menegaskan, seluruh prajurit TNI, anggota Polri, dan para PNS yang selama ini pendapatannya dipotong untuk membayar premi ke ASABRI tidak perlu khawatir. ”Para prajurit TNI dan Polri tidak usah gundah. Negara menjamin. Negara berkesimpulan untuk jaminan hari tua, kematian, pensiun, dan sebagainya masih stabil,” papar mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK) tersebut.

Mahfud tidak menutupi bahwa uang ASABRI turun drastis. Hanya, likuiditasnya masih bisa menjamin seluruh prajurit TNI dan anggota Polri. ”Artinya, dari dana yang melorot sejauh ini masih bisa menjamin dan ini diselesaikan secara baik,” ungkapnya.

Meski begitu, dia menegaskan bahwa penurunan tersebut tetap tidak wajar dan akan diusut. ”Akan diusut Polri dan saya sebagai Menko mengikuti ini. Tidak ada seorang pun yang boleh melakukan korupsi,” tambahnya.

Sementara itu, kemarin Direktur Utama (Dirut) ASABRI Sonny Widjaja secara terbuka menyampaikan sikap perusahaan atas kabar gagal bayar yang mencapai triliunan rupiah. Namun, bukannya melakukan pembelaan dengan data-data yang jelas, Sonny hanya meminta nasabahnya untuk tenang dan tidak berspekulasi macam-macam.

Sonny menyebutkan, hingga 2018, tercatat ASABRI memiliki 1,4 juta nasabah. Terdiri atas anggota TNI, Polri, pegawai Kemenhan, serta Kemenko Polhukam. Kabar gagal bayar tersebut pun dibantah Sonny. ”Kepada seluruh peserta ASABRI, saya tegaskan, saya menjamin uang kalian yang dikelola ASABRI aman, tidak hilang, dan tidak dikorupsi,” katanya. (jpc/fajar)

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...