Juni, Elpiji 3 Kg Tak Lagi Disubsidi


FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Pemerintah berencana mencabut subsidi untuk elpiji tabung 3 kg di pertengahan 2020. Namun, akan tetap ada subsidi untuk warga miskin yang terdaftar.

Hanya saja, model subsidi berubah. Jika sebelumnya semua tabung 3 kg disubsidi, maka ke depan, dikhususkan bagi yang benar-benar miskin saja. Sementara yang tidak terdaftar miskin, harus membeli dengan harga pasar.

“Kami masih menunggu arahan dari pusat,” ujar Hatim Ilwan, Manager Communication & CSR Pertamina Marketing Operation Region (MOR) VII Sulawesi, saat dikonfirmasi mengenai wacana ini, Rabu, 15 Januari.

Hatim Ilwan mengaku belum bisa memberikan komentar lebih jauh. Namun, pada prinsipnya jika hal tersebut menjadi sebuah keputusan pemerintah, pihaknya siap mengikutinya.

Rencana pencabutan subsidi elpiji 3 kg ini telah disampaikan Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM, Djoko Siswanto. Jika sebelumnya subsidi elpiji 3 kg dilakukan terbuka, maka pada tahun ini menjadi subsidi tertutup.

“Ini persiapan subsidi langsung pada masyarakat. Mudah-mudahan pertengahan tahun ini bisa diterapkan,” katanya.

Menurut Djoko, saat ini mereka tengah mendata warga miskin dan skema subsidi yang akan diberikan. “Kita sudah punya data, mau pakai kriteria miskin yang mana nih. Kita juga punya data konversi sejak awal lalu kita bandingkan, apakah mereka masih berhak,” jelasnya.

Skema yang dipertimbangkan beragam, bisa pakai QRCode alias barcode (kode batang). Saat pembeli membeli sejumlah 3 tabung, subsidi Rp100.000 akan langsung ditransfer ke rekening penerima subsidi.

Komentar

Loading...