Muhammad Farhan, Sandera Abu Sayyaf Berhasil Diselamatkan Militer Filipina

SANDERA ABU SAYYAF: Muhammad Farhan (kiri) setelah dibebaskan pasukan militer Filipina di Desa Bato-bato, Indanan, Sulu, pada Rabu malam (15/1). (KBRI FILIPINA FOR JAWA POS)

Pada 22 Desember lalu, pasukan militer Filipina lebih dulu berhasil membebaskan Maharudin Lunani, 48, dan Samiun Maneu, 27. Pembebasan tersebut diwarnai kontak senjata. Satu personel militer Filipina gugur. Serah terima Lunani yang merupakan ayah Farhan dan Samiun dilakukan oleh pemerintah Indonesia kepada keluarga empat hari setelah pembebasan.

Filipina memilih pendekatan militer dalam upaya pembebasan sandera. Terutama setelah pemerintah Indonesia membahasnya di KTT ASEAN-Republic of Korea awal Desember lalu. Saat itu Menteri Luar Negeri (Menlu) Indonesia Retno Marsudi meminta Menteri Pertahanan Filipina Delfin Lorenzana untuk mengintensifkan upaya pembebasan. Pada kesempatan yang sama, Presiden Joko Widodo juga bertemu dengan Presiden Filipina Rodrigo Duterte untuk membicarakan hal yang sama.

Maharudin Lunani, Samiun, dan Farhan ditangkap kelompok Abu Sayyaf saat melaut di Pulau Tambisan, Lahad Datu, Sabah, 24 September 2019. Perairan itu memang dikenal sebagai area operasi Abu Sayyaf dalam mencari sandera untuk mendapatkan tebusan dari pemerintah asal nelayan yang diculik. (jpc/fajar)

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...