Pilkada Serentak, Kepala Daerah Hanya Berkuasa 3,5 Tahun


FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Para kepala daerah yang terpilih dalam Pilkada serentak 2020 hanya menjabat antara 3,5 atau 4 tahun. Itu terjadi karena UU Pilkada No 10 tahun 2016 belum direvisi.

Di Sulsel dari 24 kabupaten/kota, terdapat 12 di antaranya menggelar Pilkada tahun ini. Para kandidat pun rupanya sudah siap dengan regulasi baru yang menghambat mereka menjabat lima tahun.

Bakal calon wali kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto, misalnya, mengaku sudah mengetahui aturan tersebut. “Tak ada masalah soal itu. Saya siap. Apalagi, itu sudah menjadi aturan secara nasional,” katanya, kemarin.

Ia pun mengaku, berangkat dari aturan tersebut, pihaknya pun sudah menyiapkan visi misi untuk empat tahun. “Sejak awal sudah diatur visi misi tuntas sampai empat tahun,” tambahnya.

Dalam UU Pilkada, tepatnya Pasal 201 ayat 7, mengatur, kepala daerah hasil Pilkada 2020 akan berakhir masa jabatannya pada 2024. Kondisi itu juga diakui oleh bakal calon Bupati Maros, Chaidir Syam.

Wakil Ketua DPRD Maros tersebut juga sudah sangat siap apabila kelak terpilih lalu masa jabatannya tidak cukup seperti pada umumnya lima tahun. “Kami sudah tahu dan itu sudah menjadi agenda nasional,” katanya.

“Kami sejak awal ingin maju dalam Pilkada ini memang murni karena kami melihat keinginan masyarakat yang menginginkan,” sambungnya lagi.

KONTEN BERSPONSOR

Komentar