Pilkada Serentak, Kepala Daerah Hanya Berkuasa 3,5 Tahun


Sama dengan Chaidir, bakal calon Bupati Bulukumba Andi Hamzah Pangki juga tidak mempermasalahkan hal tersebut. “Berapa pun durasi waktunya, kami sudah sangat siap, jika pun terpilih,” kata Ketua Golkar Bulukumba itu.

Serentak 2024

Komisioner KPU Sulsel Asram Jaya mengkaui, hasil Pilkada 2020 terbilang unik. Masa jabatannya hanya empat tahun. Tidak seperti kelaziman sistem ketatanegaraan yang lain, bahwa kepala daerah memangku jabatan selama lima tahun.

“Tetapi itu memang amanah undang-undang,” katanya, malam tadi.

Menurut dia, itu terjadi karena dalam Pasal 8 dinyatakan akan menuju Pilkada serentak nasional pada November 2024 mendatang. Sehingga dalam beberapa tahun terakhir digelar Pilkada serentak secara bergelombang.

Sekadar diketahui, seperti Pilkada gelombang 1 2015, kepala daerah berakhir masa jabatannya tahun 2020. Di tahun itu, ada pilkada lagi tapi hanya menjabat empat tahun. Lalu menuju Pilkada serentak nasional di tahun 2024.

Gelombang 2 tahun 2017, berakhir masa jabatannya 2022. Gelombang 3 tahun 2018, berakhir jabatannya 2023. Seperti Gubernur Jatim hasil Pilkada 2018 akan berakhir masa jabatannya tahun 2023.

“Nah kepala daerah yang berakhir masa jabatannya sebelum tahun 2024, akan diisi pejabat sementara atau PJ. Selama aturan itu belum direvisi,” jelasnya.

“Hanya saja kami di Sulsel tidak sampai ke situ. Apa pun yang diterapkan nantinya, kita menungga tindak lanjut dari KPU RI,” sambung Asram.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...