Debbie Rusdin Bicara Wajib Belajar 12 Tahun di Depan Ratusan Warga

0 Komentar

Debbie Rusdin.

FAJAR. CO. ID, MAKASSAR — Anggota Komisi E DPRD Sulsel dari Fraksi Golkar, Andi Debbie Purnama Rusdin melakukan tatap muka dengan ratusan warga Makassar, Minggu, 18 Januari.

Ia mensosialisasikan Penyebarluasan Produk Hukum Daerah Sulawesi Selatan, Perda No Tahun 2017 tentang
Wajib belajar pendidikan menengah.

Kegiatan yang berlangsung di Hotel  Gahara Jalan  Letjen Hertasning No.23, Tidung, Kec. Rappocini, Kota Makassar, Sulawesi Selatan menghadirkan Ketua Dewan Pendidikan Sulawesi Selatan, Adi Suryadi Culla.

Pertama kali, Andi Debbie Purnama  mengemukakan, tugas anggota DPRD adalah mendengarkan aspirasi masyarakat dan membuat perda kemudian mensosialisasikannya.

Ia menjelaskan tujuan kegiatan ini agar masyarakat mengetahui bahwa anak-anak wajib mengikuti pendidikan hingga SMA dan Sederajat (12 tahun).

Politisi perempuan dari Partai beringin itu menegaskan Pendidikan menengah sudah merupakan hal wajib yang telah diatur dalam perda sehingga tidak ada alasan untuk tidak menyekolahkan anaknya.

Setidaknya, kata dia, pemerintah sudah hadir untuk memfasilitasi dan mengambil peran mengatasi persoalan tersebut dan itu sudah menjadi tugas dan kewajiban pemerintah menyediakan pendidikan dasar dan menengah sebagaimana yang diatur dalam perda tersebut.

“Jadi tidak ada alasan untuk tidak menyekolahkan
anak-anak kita pada jenjang pendidikan ini. Apalagi kalau kendalanya hanya pada persoalan kebutuhan dasar seperti seragam sekolah, maupun buku bacaan. Dan memang harapan masyarakat yang kurang mampu pemerintah hadir ketika ada kondisi seperti itu terjadi di masyarakat,” tegasya.

Ketua Dewan Pendidikan Sulawesi Selatan, Adi Suryadi Culla
menjelaskan bahwa hadirnya perda wajib belajar itu dan sudah ditegaskan dalam undang undang tentang pendidikan, tidak ada alasan anak anak tidak lanjut sekolah.

“Apa yang dilakukan Bu Debbie ini sangat bagus. Harusya Dinas Pendidikan mengidentifikasi anak anak yang putus sekolah apa penyebabnya. Mereka wajib mengikuti pendidikan karena sudah ada aturannya,” ucapnya.

Pada kesempatan itu, interaksi warga dengan Debbie mewarnai pertemuan  tersebut. Masukan dari masyarakat pun dicatatnya lalu akan menyampaikan ke pihak terkait. (taq) 

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...