Honorer Tolak Gajinya Dibagi Tiga, Wadduh… Oknum Kepala Sekolah Main Pecat

ILUSTRASI

FAJAR.CO.ID, SENGKANG — Sejumlah tenaga honorer di SMKN 5 Wajo diberhentikan oleh pihak sekolah. Lantaran menolak gajinya untuk dibagi tiga.

Asri Yuliany mengaku, diberhentikan menjadi tenaga honorer di bagian Tata Usaha (TU) SMK 5 Wajo oleh pimpinannya sejak Rabu 8 Januari 2020 lalu.

“Awalnya Kepala TU, Andi Dalawati, yang bilang agar gaji yang masuk ke rekeningku disetor. Terus besoknya Kepala Sekolah, Abdul Hamid, memanggil lagi, gajiku mau dibagi tiga,” ceritanya, Jumat, 17 Januari 2020, kemarin.

Kata dia, upah yang diterimanya senilai Rp3,4 juta per semester itu. Rencananya akan dibagi dengan kepala TU dan Satuan Pengamanan (Satpam) di sekolah yang berlokasi di Kelurahan Uraiyang Kecamatan Majauleng tersebut.

“Tapi saya menolak dan bilang, mungkin bagus kalau seikhlasnya saja. Tetapi ternyata kami langsung diistirahatkan dan diberhentikan,” keluhnya.

Buruknya kebijakan yang dikeluarkan pihak sekolah tidak hanya dirasakan Yuli. Tenaga honorer lainnya, Asma Sari Dewi, juga mengalami itu. “Penyebabnya sama, gaji juga diminta untuk dibagi,” keluhnya.

Yuli sendiri sudah terbilang lama menjadi tenaga honorer di SMKN 5 Wajo. Pada tahun 2018 lalu dia mulai mengabdi.

Sementara, Kepala SMKN 5 Wajo, Abdul Hamid, yang dihubungi memilih tidak berkomentar banyak. Serta menampik memberhentikan bekas honorernya karena alasan permintaannya ditolak.

Komentar

Loading...