Spesifikasi Pesawat “Chaerul”

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR —  Chaerul kini beken. Pesawat buatannya yang dahulu dicibir, kini menuai pujian.

SUARDI
Pinrang

Chaerul membeberkan, pesawat yang dia rakit sejak beberapa bulan ini sebenarnya adalah pesawat yang kedua. Ia sudah uji cobakan sebanyak 4 kali. Hanya saja selalu gagal untuk terbang.

Ia mulai merakit pesawatnya ini, sejak 2019. Terakhir ia pernah mencobanya pada 1 Desember lalu. Tetapi, gagal terbang.

Barulah yang kelima ini pada Rabu, 15 Januari, ia berhasil dan bisa berputar sebanyak dua kali putaran dengan ketinggian sekitar 35 kaki dari permukaan tanah.

“Alhamdulillah, uji coba yang kelima berhasil. Meski itu hanya bisa berputar kurang lebih 300 meter keliling,” ujarnya sembari tersenyum saat ditemui di bengkelnya di Pallameang, Kecamatan Mattiro Sompe, Kabupaten Pinrang, Rabu, 15 Januari.

Chaerul juga membeberkan, sebenarnya ini adalah pesawat yang kedua ia buat. Pertama kali ia sudah mencoba merakit pesawat pada tahun 2002. Tetapi itu jenis helikopter.

“Sama. Kala itu saya juga pakai mesin motor. Namun, itu gagal dan barulah tahun 2019 ini saya mencobanya lagi dan alhamdulillah 2020 ini, bisa terbang,” bebernya.

Lebih jauh, Chaerul membeberkan, terkait panjang baling-baling pesawat, itu sekitar 130 sentimeter, lebar 14 sentimeter, dan panjang sayap sekitar 8 meter.

“Bahan dasar pesawat ini adalah baja ringan. Begitu pula dengan ekornya,” ujar pria yang hobi modifikasi motor ini.

Untuk lebih menyempurnakannya, Chaerul mengaku, sebenarnya masih butuh dana sekitar Rp35 juta lagi. Ini agar bisa terbang lagi lebih lama.

Bahkan, untuk menempuh perjalanan dari Pinrang ke Parepare sudah bisa. Sebab, kualitasnya sama seperti motor itu sendiri. Cukup dengan bahan bakar bensin jenis apapun.

“Kalau dari Pinrang ke Parepare sebenarnya sudah bisa dipakai. Ketinggian terbangnya sekitar 35 kaki,” akunya.

Atas suksesnya menerbangkan pesawat rakitannya ini, Chaerul sekali lagi mengaku cukup bangga dan orang yang awalnya hanya bisa menggunjing dan pesimis kini malah berbalik menjadi pujian. Chaerul pun mengaku bersyukur.

“Tak ada proses mengkhianati hasil dan saya tetap percaya bisa melakukannya dan alhamdulillah sudah mulai terbukti,” tutupnya. (sua/abg-zuk)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...