Kerdipan Asabri

Minggu, 19 Januari 2020 16:53

FAJAR.CO.ID– Uang Asabri mungkin lebih bisa diselamatkan. Daripada uang Jiwasraya.

Asabri punya punggung yang kuat. Tidak perlu sampai ada pistol ditodongkan ke kening. Juga tidak perlu sampai bentak-membentak.

Dengan sedikit kerdipan mata saja seharusnya siapa pun takut.

Apalagi mereka sudah ditahan Kejaksaan Agung: Bentjok dan HaHa itu.

Benny Tjokrosaputro dan Heru Hidayat itu.

Mereka itu –khususnya Bentjok– punya aset yang bisa dilirik. Memang bentuknya bukan uang kontan tapi bisa jadi uang –kapan-kapan.

Saya dengar dua orang itu sudah menandatangani surat pernyataan: sanggup mengatasi dana yang hilang di Asabri.

Meskipun sebenarnya bisa saja keduanya merasa tidak bersalah.

Tapi mereka tentu tidak mau kerdipan itu meningkat menjadi pelototan, atau yang lebih wow dari itu.

Transaksi yang mereka lakukan dengan asuransi milik TNI-Polri itu bisa saja memang legal. Lewat mekanisme yang terbuka pula: pasar modal.

Tapi ada korban di situ. Yakni Asabri. Yang menanggung masa depan dan hari tua semua anggota TNI dan Polri. Yang gaji mereka dipotong tiap bulan. Sebesar 4,75 persen untuk cadangan pensiun dan 3,25 persen untuk tunjangan hari tua.

Bisa saja direksi Asabri juga mengaku tidak bersalah –secara hukum.

Direksi Asabri memang perlu memutar uang –untuk memperoleh bunga yang lebih tinggi.

Bagikan berita ini:
5
9
6
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar