“Runtuhnya” Keraton Agung Sejagat, Pengikut Masih Ada yang Optimis

Raja dan Ratu Keraton Agung Sejagat Totok Santosa (kanan)- Fanny Aminadia(kiri). (BUDI AGUNG/JAWA POS RADAR JOGJA)

Eko dilantik sebagai jenderal bintang tiga saat kirab sekaligus deklarasi KAS pekan lalu. Padahal, sang istri sedari awal sudah mengingatkannya.

Eko mengaku sudah membayar Rp 2 juta. Uang tersebut digunakan untuk membeli seragam keraton. ”Harganya beda-beda, bergantung dari pangkatnya,” ucap Eko.

Sinuhun Totok Santoso Hadiningrat dan Kanjeng Ratu Dyah Gtarja, gelar Totok dan Fanny, ”memproklamasikan” KAS pada Minggu pekan lalu (12/1). Totok mengklaim bahwa KAS hadir untuk melaksanakan perjanjian yang dilakukan oleh Dyah Ranawijaya sebagai penguasa terakhir Kerajaan Majapahit dengan Portugal sebagai wakil orang-orang Barat di Malaka 500 tahun silam.

Tapi, raja dan ratu dadakan itu kemudian diringkus polisi dua hari setelah deklarasi tersebut. Menurut Kapolda Jateng Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel, korban penipuan mereka mencapai ratusan.

Para penggawa KAS memang disebut mencapai 450 orang. Mereka berasal dari berbagai daerah, bukan hanya Purworejo. Latar belakang mereka juga beragam.

Lalu, apa yang menyebabkan ratusan orang itu bisa demikian percaya dengan umbaran janji Totok tentang jabatan dan kemakmuran meski, menurut polisi, mereka harus rela merogoh kocek Rp 2 juta–Rp 10 juta? Dan, bagaimana nasib mereka sekarang?

”Saya tertarik ya karena iming-iming jabatan dan gaji. Juga kelihatan gagah kalau pakai seragam,” kata Eko Pratolong, salah seorang penggawa KAS.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Muhammad Nursam


Comment

Loading...