Serangan Rudal Balistik Iran, Belasan Tentara AS Dilaporkan Alami Gejala Gegar Otak

FAJAR.CO.ID, TEHERAN– Pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyebut tak satupun tentaranya yang menjadi korban serangan rudal Iran terbantahkan.

Dilansir iranpress, Minggu, 19 Januari, media AS yang mengutip sumber militer AS menyebutkan, belasan tentara AS bahkan dilaporkan mengalami gejala gegar otak dan terluka akibat serangan belasan rudal balistik Iran itu.

Diketahui, setelah serangan rudal pembalasan Iran di pangkalan AS di Irak, pernyataan media menunjukkan bahwa Trump dengan tegas menyebut “kami tidak menderita korban”. Iran menyebut klaim itu sebagai kebohongan besar.

“Kami tidak menderita korban. Semua prajurit kami selamat, dan hanya kerusakan minimal yang terjadi di pangkalan militer kami,” kata Trump pada konferensi pers.

Empat hari setelah pembunuhan Letnan Jenderal Soleimani di luar Bandara Baghdad, Iran menargetkan dua pangkalan militer AS di Irak dengan rentetan rudal pada 7 Januari.

Menurut laporan media AS, tentara yang gegar otak itu kini dalam perawatan medis. Dalam serangan rudal itu, militer Iran mengklaim bahwa setidaknya ada 80 prajurit AS tewas.

Pihak militer AS menyebutkan, delapan prajurit yang terluka itu kini diterbangkan Pusat Medis Regional Landstuhl di Jerman, sedang tiga dikirim ke Camp Arifjan di Kuwait untuk “skrining lanjutan”. (fajar)

Sumber : iranpress
Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Hamsah Umar

Comment

Loading...