Sukseskan Gratieks Hortikultura, Kementan Kumpulkan Eksportir


Anton menambahkan kendala pengiriman produk melalui kargo pesawat juga menjadi masalah utama yang banyak dirasakan eksportir.

“Masalah kargo pesawat akan ditindak lanjuti bersama dengan pemerintah untuk dapat disediakan pesawat kargo khusus untuk tujuan ekspo,” ungkap Anton.

Selain itu, Kementerian Pertanian akan menfasilitasi pertemuan antara eksportir dengan PT Garuda Indonesia mengenai kapasitas kargo hortikultura.

“Kami harap rapat koordinasi ini menjadi awalan untuk kesuksesan Gratieks hortikultur,” pungkasnya.

Pada kesempatan tersebut, Staf Ahli Menteri bidang Investasi, Sumardjo Gatot Irianto, menyampaikan bahwa perlu rencana operasional yang konkrit agar gratieks dapat tercapai dan petani dapat merasakan dampaknya. Hal tersebut ditanggapi secara positif oleh para eksportir yang hadir. Mereka berharap kedepannya ada kawasan buah dan sayur terpadu yg didukung oleh fasilitas logistik yang baik.

Para eksportir pun turut memberikan saran untuk kelancaran Gratieks. Erna, salah satu eksportir florikultura, menyarankan agar dilakukan kegiatan pelatihan pascapanen hortikultura yang spesifik negara tujuan. Sehingga eksportir dapat mengetahui secara jelas syarat dan ketentuan yang berlaku.

“Perlu disediakan data mengenai daerah sentra produk hortikultura untuk menjaga kontinuitas produk. Mengenai penanganan pascapanen, selain packing house, kami menyarankan adanya cool storage di setiap sentra,” beber dia.

Kendala-kendala yang disampaikan oleh eksportir langsung ditanggapi oleh perwakilan dari Kementerian Pertanian. Kendala dimaksud seperti pengeluaran surat ijin ekspor salak dari Yogyakarta yang terhambat langsung dapat diselesaikan di tempat oleh Badan Karantina Pertanian. (***)

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...