5 Pasang Calon Perseorangan Bersiap Maju di Pilwalkot Makassar, Ini Tokohnya


FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Sisa sebulan waktu penyerahan dukungan, bakal calon Wali Kota Makassar via independen mulai ramai. Tercatat, sudah lima pasangan yang mengambil user silon di KPU Makassar.

Kelimanya mendaftar dengan melampirkan nama bakal calon wali kota (01) dan bakal calon wakil wali kota (02). Yakni, Andi Munawar Syahrir/Andi Nurwajidah, H Iriyanto A Baso Ence/M Alihaq Mappaturung, Jabal Nur/Muhammad Rivaldi, Muhammad Ismak/Muhammad Faisal Silenang, dan Moh Ramdhan Pomanto/Maqbul Halim.

Khusus Moh Ramdhan Pomanto alias Danny, ia mengaku tetap fokus mendapat usungan partai. Timnya memang telah mendaftarkan dirinya via jalur perseorangan atau independen. Akan tetapi, fokus utamanya adalah memastikan usungan partai bisa digenggam.

Kepada FAJAR, Danny berkata, jalur independen bukan menjadi keinginan sepenuhnya. Melainkan inisiatif tim suksesnya. “Saya bilang sama tim sukses, ‘Silakan’. Saya juga tidak keberatan,” ujarnya, malam tadi.

Urusan pendaftaran di jalur independen, Danny menyerahkan sepenuhnya kepada tim. Termasuk dalam pengumpulan KTP. “Memang ada keresahan dari tim kami. Belajar dari pengalaman kemarin-kemarin. Mungkin itu yang membuat mereka tergerak untuk mendaftarkan saya ke jalur perseorangan,” terang pria 55 tahun itu.

Untuk saat ini lobi-lobi dengan partai politik tengah gencar dilakukan Danny. Bahkan pembicaraan serius dengan pengurus pusat telah dilakukan. Danny pun percaya dalam waktu dekat formulir B.1-KWK partai bisa segera didapatkan.

“Alhamdulillah sudah ada pembicaraan serius. Bahkan saya sudah ada komunikasi langsung dengan pengurus. Tentu dengan melalui prosedur yang ada. Makanya saya yakin pencalonan kali ini kita dapat usungan,” kata pria yang juga Wali Kota Makassar periode 2013-2018 itu.

Ganti Pendamping

Komisioner KPU Makassar, Endang Sari menyampaikan proses pendaftaran jalur perseorangan untuk pemilihan wali kota Makassar sudah mulai dibuka dan sudah ada hingga lima bakal calon yang mengambil user silon di KPU Makassar.

Para bakal calon yang menempuh jalur perseorangan, kata Endang, memang diharuskan mendaftarkan nama calon wali kota bersama calon wakil wali kota. Mesti satu paket antara calon 01 dan 02. “Iya. Sudah harus ada wakil wali kota pasangan juga yang dilampirkan,” jelasnya.

Hanya saja dalam proses ke depan, pasangan calon masih diberikan kesempatan untuk mengganti pasangan yang akan ditemani untuk maju dalam pemilihan.

“Untuk wakil masih bisa berubah. Belum paten. Ini untuk memenuhi syarat awal saja karena tanda tangan calon wali kota dan wakil wali kota juga,” urainya.

Endang mengungkapkan yang mau diverifikasi pada dasarnya adalah dukungan, belum sampai pada pasangan dan sejauh ini masih untuk mengisi user silon.

“Nanti itu di tanggal 23 Februari, batas akhir penyerahan syarat dukungan. Mereka harus kumpulkan minimun dukungan sebanyak 72.570 dan sebaran minimal di 8 kecamatan,” paparnya.

Persyaratan maju dari jalur independen pada Pilwalkot Makassar lebih berat dibandingkan sebelumnya. Pada 2018, bakal calon hanya dipersyaratkan mengumpulkan 65 ribu lembar KTP, tetapi untuk 2020 ini, minimal dukungan KTP 72.570 lembar, yang berstatus berhak memilih.

Secara persentase, artinya balon harus mendapat dukungan KTP sebanyak 7,5 persen dari jumlah pemilih tetap di Kota Makassar. Kota Makassar sendiri termasuk wilayah yang jumlah DPT-nya antara 900 ribu hingga 1 juta jiwa.

Dengan jumlah ini, maka sesuai Peraturan KPU No 3 Tahun 2017, syarat pencalonan di pilkada minimal 7,5 persen dari DPT. Alur jalur independen dimulai dengan penyerahan syarat dukungan, proses verifikasi administrasi, proses verifikasi faktual, dan perbaikan syarat dukungan. (rdi-abd/fajar)

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...