Brigadir Jenderal Hassan Shahvarpour Kena Hajar AS, Dituduh Arahkan Pembantaian

Parade tentara Iran di Tehran pada April 2019. Foto: AFP

FAJAR.CO.ID,WASHINGTON — Pemerintahan Trump pada hari Jumat menjatuhkan sanksi pada seorang jenderal senior Iran atas perannya mengarahkan pembantaian terhadap hampir 150 demonstran.

Departemen Luar Negeri mengatakan mereka menjatuhkan hukuman pada Korps Pengawal Revolusi Islam Jenderal Hassan Shahvarpour karena mengarahkan pembantaian terhadap hampir 150 demonstran di Iran barat daya pada bulan November.

“Jenderal Shahvarpour adalah komandan unit yang bertanggung jawab atas penumpasan kekerasan dan penindasan mematikan di sekitar Mahshahr,” kata utusan khusus AS untuk Iran Brian Hook dikutip dari fox6now.com.

Dia mengatakan penunjukan itu adalah hasil dari tip fotografi dan video yang diserahkan ke departemen oleh Iran.

Departemen itu telah menerima lebih dari 88.000 kiat semacam itu sejak meminta warga Iran untuk melaporkan bukti penindasan dan pelanggaran HAM berat, kata Hook.

Iran telah membantah tuduhan penindasan yang meluas dari AS, tetapi telah mengakui menghadapi separatis di Mahshahr yang dikatakannya dipersenjatai.

Sementara itu, Amerika Serikat kembali menghajar petinggi militer Iran. Namun, kali ini Paman Sam tidak menggunakan rudal seperti saat menghabisi Mayor Jenderal Qassem Soleimani beberapa waktu lalu.

Pemerintah Amerika Serikat (AS) melalui Departemen Luar Negerinya mengumumkan telah menjatuhkan sanksi kepada seorang petinggi Garda Revolusi Iran (IRGC), Brigadir Jenderal Hassan Shahvarpour.

Sanksi tersebut diberikan kepada Shahvarpour pada Sabtu (18/1). Alasannya, karena dia yang bertanggung jawab atas kekerasan yang terjadi pada saat unjuk rasa di wilayah Mahshahr, Iran bagian barat daya, pada November lalu.

Dilaporkan Reuters, sanksi ini diberikan setelah Deplu AS menerima video yang berisi pasukan IRGC melepaskan tembakkannya tanpa peringatan para pengunjuk rasa.

IRGC juga menggunakan kendaraan lapis baja untuk mengepung pengunjuk rasa yang melarikan diri, menembakkan senapan mesin ke kerumuman dan membakar rawa tempat belindung pengunjuk rasa.

Alhasil insiden tersebut menelan korban jiwa sebanyak 148 orang.

Di bawah UU AS, sanksi yang diberlakukan kepada Shahvarpour adalah pelanggaran berat hak asasi manusia, sanksi ini juga diberlakukan kepada anggota keluarga dekat mereka. Tidak disebutkan bentuk sanksi yang dikenakan AS itu. (bs/eds)

KONTEN BERSPONSOR

Komentar

Saksikan video berikut: