Jelang Pemakzulan Trump, Tim Pengacara Pakai Alibi Hukum Lama

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump

FAJAR.CO.ID — Alan Dershowitz, kuasa hukum Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bakal menggunakan argumen hukum yang dipakai oleh mantan Presiden Andrew Johnson ketika dimakzulkan pada 1868. Saat itu kuasa hukum Johnson, Benjamin Curtis, menyatakan keberatan karena penyelidikan proses pemakzulan terhadap kliennya tidak didasarkan atas tuduhan melakukan tindak kejahatan.

“(Curtis) berpendapat kepada Senat bahwa penyelidikan seperti tindak kejahatan diperlukan. Argumen itu bertahan. Saya akan mengajukan pendapat seperti itu sebagai tim kuasa hukum presiden. Itu peran saya dan sudah jelas,” kata Dershowitz yang juga seorang profesor hukum konstitusi dari Sekolah Hukum Harvard, seperti dilansir CNN, Senin (20/1).

Dershowitz mengatakan karena tuduhan yang disampaikan Dewan Perwakilan kepada Trump dianggap bukan penyelidikan atas perbuatan kejahatan, maka tidak diperlukan menghadirkan saksi. Jika argumen ini diloloskan, maka dia mengatakan sidang di Senat tidak perlu dilanjutkan.

dan berupaya menghalangi Kongres. Ia diduga sengaja menahan bantuan pertahanan untuk Ukraina sebesar US$391 juta pada Juli hingga September 2019.

Hal itu dilakukan diduga untuk menekan Presiden Ukraina, Volodymyr Zlenskiy agar mengabulkan permintaan Trump mengusut dugaan korupsi mantan anggota dewan komisaris perusahaan energi Burisma, Hunter Biden.

Hunter merupakan anak calon presiden Partai Demokrat Joe Biden yang akan menjadi rival Trump dalam Pemilu November mendatang. Trump diduga melakukan upaya tersebut untuk menjegal Biden.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...